Terkendala Anggaran, PLS 2019 Tidak Diprogramkan

  • Whatsapp
WAJIB : Pegawai sedang melintas di depan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep 

Kabarmadura.id/Sumenep-Akibat terkendala anggaran, program Pendidikan Luar Sekolah (PLS), yang salah satunya berisi tentang program mendidik terhadap masyarakat buta aksara di Dinas Pendidikan Kabupaten (Disdik) Sumenep di tahun 2019, tidak bisa terealisasi. Padahal, Program tersebut sangat berguna bagi masyarakat.

Kasi Kelembagaan Disdik Sumenep Harianto mengutarakan, saat ini pihaknya sudah mengajukan program tersebut. Namun, lantaran program tersebut dinilai tidak masuk prioritas Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sehingga pengajuan anggaran untuk program tersebut tidak diterima.

“Kami terus berupaya untuk meningkatkan pendidikan luar sekolah. Namun, apalah daya pemerintah punya rencana lain,” katanya, Senin (14/10)

Dijelaskan olehnya, pada tahun 2018 angka buta aksara di Sumenep mencapai 184.540. Sedangkan yang tergarap hanya mencapai 8.535 orang, yang cara mendidiknya melalui kelompok, dan pada kelompok itu dibina dan diberi pengetahuan yang mumpuni.

Diakuinya, berkat program itu, jumlah angka buta aksara per tahunnya mengalami penurunan sebanyak 54 persen. Dimana dalam  mempercepat pemberantasan buta aksara, pihaknya menugaskan guru-guru sertifikasi untuk memberikan pendidikan khusus. Setiap satu guru bisa membina dua hingga lima orang yang tidak bisa membaca dan menulis.

“Saya rasa perlu ada regulasi yang mengatur hal tersebut. Sebab, itu salah satu cara bisa mempercepat pemberantasan buta aksara,” tuturnya.

Dia mengatakan, meski tidak disetujui untuk diprogramkan oleh pemerintah, masyarakat secara sukarela juga membantu pemerintah untuk melakukan pendidikan luar sekolah. Sebab, masyarakat menilai hal tersebut menjadi tugas bersama.

“Kami berusaha di tahun 2020 bakal memprogramkan PLS, supaya peran pemerintah juga nampak di permukaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pamekasan Rozah Ardhi Kautsar meminta Disdik untuk terus mengupayakan pengentasan buta aksara. Menurut dia, angka buta aksara di Kabupaten Sumenep masih tinggi. Dengan demikian, pendidikan khusus kepada warga buta huruf harus bisa direalisasikan dengan baik dan dioptimalkan seperti tahun sebelumnya.

“Kami mendukung program buta aksara di tahun selanjutnya dapat diprogramkan,” pungkasnya. (imd/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *