Terkendala Data, Penerapan E-PBB Mangkrak 3 Tahun

  • Bagikan
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) LENGANG: Pengendara motor saat melintas di depan kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Penggunaan aplikasi elektronik pajak bumi bangunan (e-PBB) tidak kunjung berhasil. Aplikasi yang diserahterimakan kantor perpajakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan 2017 lalu itu, tidak bisa digunakan lantaran tidak melakukan pembaharuan data pemilik atau ahli waris tanah.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan Ismet Efendi mengutarakan, penggunaan e-PBB di Bangkalan belum diterapkan. Sebab pihaknya masih membutuhkan pembaharuan data pada aplikasi tersebut. ”Kami.belum bisa menerapkan e-PBB di Bangkalan karena datanya masih menggunakan data lama,” ulasnya.

Menurut Ismed, data aplikasi e-PBB harus diperbaharui secara keseluruhan. Sebab, sejak 2017 lalu, kemungkinan data pemilik atau ahli waris sudah berubah. Sehingga perlu ada perubahan. Sedangkan untuk melakukan perubahan data membutuhkan waktu sangat lama. ”Kalau untuk pendataan, kami tidak bisa lakukan sendiri, harus kerja sama melalui perguruan tinggi,” jelasnya.

Salah satu Kepala Desa di Bangkalan, Syaiful Dullah mengaku tidak mengurusi adanya perubahan data pada pembayaran PBB. Sebab, proses pembaharuannya cukup panjang. Sedangkan pemerintah daerah (pemkab) belum mengagendakannya. ”Kalau difasilitasi oleh pemkab, tentu perubahannya bisa mencapai 100 persen, bahkan lebih,” paparnya.

Menurut Syaiful banyak warganya yang kesulitan menemukan nama pemilik tanah dan bangunan yang ditempati. Sebab, jika tidak diperbaharui, maka yang tercantum tetap nama pendahulunya. Sedangkan penyebutannya banyak yang tidak sama.”Kalau nama orang-orang dulu kadang lengkap dengan bin dan bintinya, itu pun kadang tidak sesuai KTP-nya,” pungkasnya. (km59/km58)

Baca juga  Dalam Masa Perawatan, SGB Dinonaktifkan Selama 1 Bulan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan