Terkendala e-Tiket, Vaksinasi Nakes di Bangkalan 55 Persen

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M) PENYUNTIKAN: Kepala Dinkes Bangkalan melakukan cek dosis vaksin beberapa waktu lalu

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Vaksinasi tahap pertama kepada tenaga kesehatan (nakes) di Bangkalan ditargetkan rampung dalam dua minggu ini. Tetapi, dari ribuan nakes yang sudah terentry di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan belum sepenuhnya rampung. Hal tersebut karena terkendala dengan adanya penerbitan e-tiket vaksinasi.

Bahkan, diantara ada yang ditunda vaksin dan batal untuk melakukan vaksin. Totalnya, dari 3.485 yang sudah masuk data vaksin, yang registrasi bersedia divaksin 3.452 nakes. Terlebih data terakhir vaksin per-tanggal 2 Februari 2021 masih separuhnya atau hanya 55 persen nakes yang sudah divaksin.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengakui, bahwa belum sepenuhnya nakes bisa divaksin. Jika ditotal sekitar 1.903 nakes. Dimana dari total keseluruhan nakes yang ditunda vaksin sebanyak 257 orang dan batal divaksin 487 nakes.

“Dinkes masih proses ini, belum bisa langsung secara keseluruhan,” katanya.

Lanjut dia, hal itu karena adanya keterbatasan e-tiket yang diberikan oleh Provinsi Jawa Timur. Jika proses vaksin tidak memerlukan e-tiket, kata Yoyok (sapaan akrabnya), nakes di Bangkalan bisa langsung melaksanakan suntik vaksin.

“Kalau sudah ada e-tiket secara keseluruhan, nakes bisa divaksin secara serentak satu atau dua hari saja. Saat ini masih berlangsung,” ungkapnya.

Meski menolak bahwa itu menjadi kendala vaksinasi, Yoyok mengungkapkan, memang proses vaksin pada nakes memang dari sistem yang harus menunggu. E-tiket ini sendiri diusulkan Dinkes Bangkalan ke Puslat Jatim.

“Dari sistem itu nanti akan ada notifikasi bahwa anda adalah calon penerima vaksin. Itu seperti undangan,” jelasnya.

Dari 3.485 nakes, yang sudah masuk ke sistem, Yoyok memperkirakan sekitar sudah tiga ribu lebih yang sudah masuk Puslat Jatim. Untuk nakes yang belum bisa divaksin karena belum menerima e-tiket, dia menyampaikan, telah mengusulkan kembali.

“Mudah-mudahan dalam minggu ini sudah clear semua,” harapnya.

Sementara itu, bagi nakes yang ditunda vaksin dan dibatalkan ini. Kepala Seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi Dinkes Bangkalan Siska Damayanti menjelaskan, ada beberapa faktor. Di antaranya, karena nakes tersebut panas, bapil dan memiliki tensi tinggi.

“Dan lain-lain. Karena sesuai Juknisnya untuk nakes yang memiliki itu kami tunda dulu. Sedangkan yang kami batalkan untuk divaksin karena ada nakes yang menyusui, hamil dan memiliki komorbid,” tandasnya.

Diketahui, alur proses vaksinasi yakni para penerima vaksin harus melewati 4 meja. Alur 4 meja ini sebagaimana tercantum dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor hk. 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan wabah Covid-19.

Pada meja pertama, untuk melakukan pendaftaran dan verifikasi data. Kedua, petugas kesehatan melakukan anamnesa untuk melihat kondisi kesehatan dan mengidentifikasi kondisi penyerta (komorbid) serta melakukan pemeriksaan fisik sederhana.

Meja ketiga, pemberian vaksin dan meja keempat, penerima menunggu 30 menit sebagai antisipasi bila ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan diberikan kartu telah melakukan vaksinasi. (ina/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *