Terkendala Hujan, Operasi Yustisi Penegakan Prokes Mengendor

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) OPERASI: Penegakan pelanggaran protokol kesehatan di Pamekasan terkendala hujan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  – Seiring meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Pamekasan, operasi yustisi penegakan pelanggar protokol kesehatan (prokes) justru mulai mengendor. Hal itu disampaikan oleh Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan dr. Syaiful Hidayat.

Menurutnya, penegakan prokes di Pamekasan harus terus ditingkatkan karena kasus Covid-19 semakin hari semakin bertambah dan jumlah korban meninggal terus bertambah. Sementara dirinya kerap menemukan sejumlah warga yang beraktivitas di ruang bebas tanpa mengindahkan prokes.

Bacaan Lainnya

“Virus corona ini masih ada, kata siapa Corona tidak ada. Di pasar banyak yang tidak pakai masker. Bagaimana bisa corona selesai,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Ops Kepolisian Resort (Polres) Pamekasan AKP Komang Yuwandi mengatakan, operasi penegakan prokes menurutnya terus berlanjut. Bahkan, setiap pagi pihaknya selalu melakukan apel di area taman arek lancor.

Walaupun demikian, menurutnya, pihaknya tetap memberikan  kewenangan mengambil kebijakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Sebab penegakan tersebut berdasar pada peraturan daerah (perda) setempat.

Meski begitu, pihaknya mengaku tetap berkolaborasi dengan Pemkab dalam menegakkan perda bagi yang melanggar. Bahkan menurutnya, mobil Covid Hunter yang diresmikan oleh Bupati Pamekasan beberapa waktu lalu  hingga saat ini terus berjalan.

Hanya saja menurutnya, operasi tersebut terkendala hujan. Saat hujan, pihaknya terpaksa menghentikan operasi. Musim hujan saat ini menurutnya cukup menghambat kegiatan operasi yustisia. Pasalnya, hampir setiap hari hujan mengguyur Pamekasan.

“Kalau kita tetap turun. Cuma leading sektornya Pemda, kan perdanya mereka yang punya bukan kita,” ucapnya.

Sementara itu, di lain pihak, Kepala Satpol PP Pamekasan Kusairi mengaku tidak pernah gentar dalam menegakkan perda tersebut. Bahkan, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk melancarkan operasi yustisia hingga ke desa-desa.

“Tapi tetap butuh dukungan dan kesadaran masyarakat untuk disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan,” ucapnya. (ali/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *