Terkendala Manuskrip Masih di Belanda, Usulan Gelar Pahlawan Syaikhona Kholil Terus Diupayakan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) MEGAH: Salah satu masjid pengingat wali Allah yakni Syaikhona Kholil yang ramai dikunjungi peziarah

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Gelar pahlawan untuk Syaikhona Kholil gagal didapat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan tahun ini. Padahal, Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan mengaku telah melengkapi berkas pengajuan pahlawan tersebut.

Kepala Dinsos Bangkalan Wibagio Suharta menuturkan, meski berkas tahun ini sudah lengkap, pihaknya mengaku belum mengetahui apakah pengajuan tersebut sudah melampirkan file asli manuskrip Syaikhona Kholil yang ada di Belanda.

Bacaan Lainnya

Wibagio hanya menegaskan bahwa semua file persyaratan sudah lengkap.

“Semua berkas sudah lengkap, mungkin masalah kebijaksanaan politis bapak Presiden (Joko Widodo) saja,” ungkapnya mengenai batalnya penganugerahan gelar pahlawan yang awalnya direncanakan pada 10 November 2021 itu.

Katanya, tahun ini Menkopolhukam Mahfud MD telah menetapkan gelar pahlawan baru untuk empat orang, yakni Tombolotutu dari Sulawesi Tengah, Sultan Aji Muhammad Idris dari Kalimantan Timur, sutradara film Aji Usmar Ismail dari DKI Jakarta serta Raden Ayra Wangsakara dari Banten.

Kendati gagal menyematkan gelar pahlawan, proses pengajuan akan terus dilakukan dan tidak akan ditarik. Upaya lain yang akan dilakukannya adalah berencana melakukan koordinasi dengan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Jawa Timur (Jatim) serta pusat.

Sebab, Wibagio berharap, gelar pahlawan dapat segera diberikan dan diterima oleh Bangkalan di tahun mendatang.

“Kami akan melakukan koordinasi kembali dengan pihak-pihak terkait untuk pengajuan kembali. Karena kami tinggal menunggu penetapan saja, untuk berkas dan usulan sudah lengkap semua sedang dalam proses,” terangnya.

Sebelumnya, Lajnah Turost Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan juga batal mengadakan pameran berskala nasional terbesar di Madura akibat naiknya kasus Covid-19 bulan Juni lalu.

Pameran yang akan menyajikan sejarah dan turots Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan ini akhirnya akan kembali digelar pada 24 hingga 26 November mendatang. Hal itu merupakan salah satu upaya Tim Pengusul Gelar Pahlawan dari Bangkalan.

Nantinya, selain pameran, juga dilaksanakan Forum Group Discussion (FGD) mengenai jejak sejarah dan manuskrip Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan.

Terpisah, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron yang menanggapi gagalnya gelar pahlawan pada 10 November lalu menyampaikan, pengajuan gelar kepahlawanan pada Syaikhona Kholil direstui oleh pemerintah pusat pada tahun depan.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan TP2GD Jatim mengenai kendala apa yang menyebabkan Syaikhona Kholil gagal mendapatkan gelar itu.

“Kalau kendalanya apa belum kami ketahui secara pasti. Kami akan koordinasikan dulu, karena berkasnya sebelumnya sudah lengkap,” tandasnya.

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *