Terkendala Pelaporan, Refocusing Anggaran OPD 50 Persen Belum Tuntas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) SERIUS: OPD dan DPRD nampak sedang membahas refocusing anggaran di Gedung DPRD Sumenep.

Kabarmadura.id/Sumenep-Pembahasan refocusing anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daearah (DPRD) Sumenep di masing-masing komisi masih berlangsung. Refocusing tersebut rencananya akan memangkas 50 persen anggaran OPD untuk penanganan Covid-19.

Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi mengatakan, untuk mitra komisi III yang sudah terbahas mengenai refocusing yakni Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Sumenep, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Lingkungan Hidup. Hasilnya, untuk PU SDA sebanyak Rp22 miliar akan dipangkasa menjadi 11 miliar untuk Covid-19. Namun, anggaran tersebut masih belum terserap semua.

Bacaan Lainnya

“Saat ini yang bisa dipotong masih 40 persen,” paparnya.

Hal tersebut dikarenakan anggaran di PU SDA masih belum cukup. Nantinya, kekurangannya akan diambilkan dan akan dilakukan pembahasan lagi hingga mencapai 50 persen. Secara lebih spesifik, pemotongan dilakukan untuk program yang sumber pembiayaannya dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Semua program yang bersumber dari DAK pasti akan dipotong,” paparnya.

Pemangkasan anggaran juga akan mengambil dari proyek yang masih dalam tahap perencanaan atau tahap lelang. Sebab, jika pengerjaan yang sudah selesai lelang tidak akan pernah digagalkan. Kemudian, untuk Dishub cukup mengambil dari anggaran pembenbasan lahan senilai Rp24 miliar. Termasuk DLH, banyak juga yang anggaran disetop sebab bersumber dari DAK, salah satunya parkir truck.

“Khusus DLH banyak program yang disetop. Sebab, banyak sumber dana dari DAK,” ujarnya.

Anggoata Komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri mengatakan, hingga saat ini belum semua mitra kerja yang melaporkan hasil refocusing anggaran. Yang sudah terbahas adalah Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep dan Dinas Pendidikan (Disdik). Untuk Disparbud senilai Rp15 miliar dipangkas sebanyak 7,5 M. Untuk Disdik masih belum ada pembahasan. Sebab, Disdik belum melakukan laporan anggarannya.

“Tujuan pelaporan anggaran agar diketahui, dan yang dipangkas bukan program yang menjadi skala prioritas,” ujarnya.

Sementara itu Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menyampaikan, mitra kerja OPD yang sudah melakukan pembahasan, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan , Dunas Perikanan, dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. Tetapi, pelaporan anggarannya masih belum final sehingga masih belum ada kejelasan.

“Nanti akan dilakukan rapat lagi,” ujarnya.

Semua peruntukan anggaran nantinya akan dilaporkan pada DPRD. Kemudian akan dibahas lagi baersyama Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep untuk dilakukan refocusing sesuai arahan pemerintah pusat.

“Untuk selanjutnya akan dibahas lagi hingga tanggal 13 Mei 2020,” paparnya.

Juhari menambahkan, jika sudah selesai pembahasan refocusing bersama DPRD, intinya semua anggaran di masing-masing OPD akan dipangkas sebanyak 50 persen.

“Saat ini masih belum final. Pembahasan tetap berlanjut hingga mencapai keputusan bersama,” pungkasnya. (imd/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *