oleh

Terkendala Penyandingan Data ke Dinsos, Insentif Guru Ngaji di Bangkalan Tak Kunjung Cair

Kabarmadura.id/Bangkalan– Hingga triwulan ketiga pencairan insentif guru ngaji dan madrasah diniyah (madin) masih belum juga ditransfer ke masing-masing rekening penerima. Belum cairnya insentif itu sejak triwulan kedua. Kondisi itu membuat penerima mulai resah, bahkan meminta agar pemkab segera menindaklanjuti secara serius persoalan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika mengakui hingga saat ini insentif guru ngaji dan madin tersebut belum bisa dicairkan. Alasannya, ada pemutakhiran data penerima guru ngaji dan madin. Dimana data penerima insentif harus disandingkan dengan data Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan. Sebab, penerima pada triwulan kedua ini masuk dalam jaring pengaman sosial (JPS).

“Jadi 9.342 penerima guru ngaji dan madin tersebut masih kami sandingkan dulu ke dinsos untuk diverifikasi berdasarkan resumenya BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),” ujarnya.

Bambang juga menyampaikan, tidak semua guru ngaji dan madin mendapatkan insentif ini. Sebab, anggaran hanya mampu diberikan sekitar 9 ribuan guru ngaji dan madin. Tetapi, katanya pemberian ini dilakukan secara bergilir.

“Totalnya guru ngaji dan madin ada sekitar 30 ribu guru. Sistemnya gantian, biar rata sama,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi Validasi Guru Ngaji dan Madin Kabupaten Bangkakan Moh. Kamil juga membenarkan hal itu. Hingga saat ini belum ada pencairan intensif guru ngaji dan madin karena masih tahap pengajuan. Dia juga berharap agar insentif ini segera cair.

“Belum, secepatnya segera cair kami juga inginnya. Masih pengajuan,” tutupnya.

Diketahui, total guru ngaji dan madin di Bangkalan ada 30 ribu orang. Anggaran yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan sebesar Rp22,4 miliar. Anggaran itu hanya mampu memberikan insentif hanya kepada 9 ribu dengan per bulannya Rp200 ribu yang dicairkan setiap tiga bulan sekali. Rinciannya, tahun 2020 yang mendapatkan insentif hanya guru ngaji sebanyak 4.927 orang dan guru madin 4.415 orang. (ina/mam/waw)

Komentar

News Feed