Terkendala Rumusan Pengelolaan, Disperindag Targetkan Pembukaan Sentra Batik Akhir Tahun

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) MASIH SEPI: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan masih belum membuka sentra batik di Desa Klampar sebab terkendala rumusan pengelolaan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan belum juga mengoperasikan sentra batik yang dibangun sejak tahun 2017 sebab terkendala rumusan pengelolaan yang akan diaplikasikan dalam operasionalnya.  Namun. ditargetkan pada akhir tahun sentra tersebut akan dibuka.

Kepala Disperindag Pamekasan  Akhmad Sjaifuddin, kendala utama belum dioperasikannya sentra batik di Desa Klampar disebabkan rumusan pengelolaannya masih belum menemui titik terang, karena untuk tanahnya merupakan milik pemerintah desa, sedangkan untuk bangunannya milik pemerintah kabupaten (pemkab).

“Sekarang kami sedang mencari rumusan kerjasamanya dengan pihak desa dan pihak pengrajin, kenapa? Dulu itu belum ada gambaran model pengelolanya siapa, modelnya seperti apa,” paparnya, Minggu (22/8/2021).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, untuk mengurai berbagai kendala tersebut, ia sudah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Klampar, dan pengrajin batik, sehingga bisa ditemukan solusi model pengelolaan yang disepakati. Sebab untuk dibukanya sentra batik tersebut harus siap berbagai penunjangnya, baik secara teknis maupun kesiapan bangunan.

“Sebenarnya kami sudah berbincang-bincang dengan pemdes dan pengrajin batik, cuman karena Covid-19 ada lonjakan, dan adanya PPKM, Juli kemarin tidak jadi-jadi,”urainya.

Ahmad juga menargetkan pembukaan sentra batik pada akhir tahun 2021 sudah dilakukan, sehingga geliat batik tulis Pamekasan bisa terus berkembang.

“Pembangunan secara fisik sudah hampir selesai, tinggal pagar, jalan, paving, tapi itu hanya penunjang,” tukasnya. (rul/maf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *