oleh

Terkendala SDM, 320 Koperasi Mandek

Kabarmadura.id/SUMENEP-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep harus proaktif di dalam membina koperasi. Sebab, selama ini koperasi banyak yang mandek yakni sebanyak 320. Kendala secara umum yakni sumber daya manusia (SDM) tidak memadai. (Lihat grafis)

Hal tersebut diakui oleh Kepala Bidang (Kabid) Fasilitasi Pembiyaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sumenep Moh. Yusron. Ia menyampaikan, penyebab mandeknya jenis koperasi adalah SDM masyarakat belum mampu mengelolanya.

“Mandeknya koperasi bakal dilakukan evaluasi dan akan diberikan pembinaan,” katanya, Selasa (8/10).

Dijelaskan, untuk menghidupkan kembali dirinya berupaya melakukan kegiatan-kegitan yang sifatnya edukatif. Misalnya, memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya koperasi dengan mengadakan diklat tahunan.

“Dinas Koperasi dan Usaha Mikro bakal terus mengupayakan masyarakat agar mampu mengelola dengan baik,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan Koperasi dan SDM Sukaris. Menurutnya, koperasi yang sudah terdata banyak sekali. Namun, masyarakat enggan mengelola dengan baik. Bahkan, ketika mendapatkan bantuan dari pemerintah, koperasi tersebut cenderung tidak diurus.

“Jangankan mau menghidupkan lagi, mau ditemui susah sekali,” tuturnya.

Meski demikian, pihaknya berupaya untuk melakukan pembinaan secara langsung di lapangan, atau juga melaksanakan diklat pengembangan SDM. Harapannya, setelah peserta dapat ilmu dari para instruktur agar melaksanakan koordinasi dengan tenaga yang terlibat dalam manajemen usaha. Sehingga, ada perubahan dalam perkembangan koperasi.

“Semoga di kesempatan selanjutnya pengelolaan koperasi di Sumenep meningkat,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sumenep Abdul Hamid Ali Munir menegaskan, semua jenis koperasi di Sumenep wajib dimaksimalkan. Antara pemerintah dan masyarakat harus bersinergi agar semuanya jalan.

Peran dinas terkait harus proaktif dalam mengembakan tanggung jawab. Agar semua jenis usaha tidak terbengkalai. Pembinaan serta pengayoman harus intens dilakukan. Dengan demikian, wawasan masyarakat dalam mengelola koperasi bisa bertambah.

“Saya tegaskan, dinas terkait harus lebih intens lagi dalam mengurus koperasi,” pungkasnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed