Terkuak KPM di Bangkalan Double Terima Banpres

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) LENGANG: Beberapa kendaraan saat melintas di depan kantor Dinas Koperasi USaha Mikro (Diskop UM) Bangkalan kemarin.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Realisasi program bantuan presiden (Banpres) tidak prosedural. Salah satu indikasinya, masih ada keluarga penerima manfaat (KPM) yang memperoleh dua kali bantuan. Yakni Banpres tahun 2020 dan 2021. Hal ini diungkapkan salah satu calon penerima Banpres Bangkalan Syaiful Anam, Kamis (6/5/2021).

Menurunya, masih banyak penerima yang sudah mengajukan sejak tahun 2020 dan tidak kunjung menerima program tersebut. Akan tetapi, teman kerjanya sudah dua kali mendapatkan pencairan Banpres. Di tahun 2020 Rp2,4 juta dan 2021 Rp1,2 juta. “Ini sepertinya semakin tidak adil, saya yang belum menerima sama sekali ini bagaimana nasibnya,” keluhnya.

Bacaan Lainnya

Dia mengaku geram, lantaran hanya dijanjikan akan segera mendapatkan bantuan. Tetapi tidak kunjung tiba. Bahkan mendesak pemerintah daerah untuk mencarikan solusi. Sebab, jika tidak maka akan menimbulkan iri dan protes dari para pengusaha mikro lainnya. “Setahu saya yang belum menerima bantuan masih banyak, kami minta agar ini dicarikan solusinya bagaimana,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro (Diskop UM) Kabupaten Bangkalan Iskandar Ahadiyat mengatakan data pelaku usaha yang diajukan pada tahun 2020 kemarin akan diseleksi kembali oleh pemerintah pusat. “Pelaku usaha yang sudah diajukan tahun 2020 kemarin tidak usah diusulkan lagi, karena otomatis datanya sudah masuk,” responnya.

Iskandar berjanji akan mengupayakan agar bantuan modal bagi pelaku usaha kecil terdampak pandemi virus Covid-19 menjadi prioritas. Sehingga mereka bisa mempertahankan usahanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Pengusulan itu diutamakan dulu, jika yang baru sudah tercover maka pengajuan lama yang sudah dapat,” paparnya.

Disinggung mengenai penerima double, dia mengaku sepertinya juga menjadi keberuntungan pengusaha tersebut. Sebab, sudah mengajukan pengajuan yang baru, tetapi juga meminta agar pengajuan lama di prioritaskan. “Saya sudah meminta agar yang lama di prioritaskan, kalau memang dia menerima dua kali, mungkin hanya beruntung,” ulasnya.

Meski demikian, akan kembali mengkoordinasikan lagi dan meminta data yang sudah menerima Banpres sebelumnya. Sehingga tidak didahulukan. “Akan saya komunikasikan nanti dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov), agar disaring pencairannya, insyaallah dalam waktu dekat ini,” tukasnya.  (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *