oleh

Terlalu Lama Sampah Kurang Terurus, Aktivis PMII Luruk Dewan

Kabarmadura.id/Bangkalan-Permasalahan sampah di Bangkalan tidak kunjung habisnya. Hal itu membuat aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tidak kunjung lelah menyorotinya.

Senin (2/12/2019), mereka meluruk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan. Mereka mendatangi Komisi C untuk mendesak agar legislatif segera menyelesaikan permasalahan tersebut.

Aksi yang dikemas dalam bentuk audiensi tersebut, mereka mempertanyakan alasan tidak rampungnya pembahasan mengenai sampah. Padahal pembahasan itu sudah dilakukan dalam beberapa hari terakhir, namun belum juga rampung.

Menurut Koodinator Audiensi Nur Hidayah, Bangkalan merupakan daerah yang darurat sampah, karena banyaknya sampah yang berserakan. Sehingga hal itu akan mengakibatkan rawan banjir ketika musim hujan.

“Padahal bupati Bangkalan pernah memberikan surat edaran nomor 669/613/433/108/2019 mengenai pengelolaan sampah. Apakah setiap instansi sudah melakukan isi atau poin dari SE tersebut,” tanyanya

Gadis yang juga ketua Korps Putri (Kopri) PMII Cabang Bangkalan menegaskan, dirinya dan rekan-rekannya sengaja menyoroti adanya permasalahan sampah, agar legislatif mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan memperbaiki tempat pembuangan sampah (TPS) yang rusak. Dia juga meminta agar ada pengawalan pembuatan TPS di setiap kecamatan.

“Bahkan kalau bisa harus ada pembuatan TPS di setiap perumahan. Kemudian juga ada peningkatan tempat pembuangan akhir (TPA) di Socah yang mulai overload,” katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi C DPRD Bangkalan Effendi mengaku sangat mengapresiasi terhadap kepedulian mahasiswa terhadap masalah persampahan. Effendi juga berjanji akan berkoordinasi dengan DLH terkait titik TPS yang perlu diperhatikan pengelolaannya.

“Sampah ini memang menjadi isu yang sangat krusial di masyarakat, terutama terkait TPA yang dikhawatirkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Effendi juga berjanji akan melakukan survei langsung ke TPA bersama DLH. Tujuannya, agar lebih mengetahui lebih jelas pengelolaan sampah di TPA itu. Dia menjelaskan, masih banyaknya sampah yang berserakan, lantaran banyak TPS ilegal.

TPS-TPS tersebut dibuat karena masyarakat sengaja membuang sampah-sampah di beberapa titik pinggir jalan dan sembarangan.

“Nanti akan sidak langsung, biar mereka (PMII, red) juga tahu sendiri,” tandasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed