Terlanjur Ditalangi, Dana RTLH Sampang Tidak Cair hingga Pertengahan Tahun

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) TERLANJUR DITALANGI: Realisasi Program RTLH di Sampang harus dihentikan, karena transfer dana dari pusat tidak kunjung cair hingga sekarang.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Realisasi program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Sampang terpaksa harus dihentikan sebelum selesai. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sampang berdalih, anggarannya tidak kunjung ditransfer oleh pemerintah pusat.

Program RTLH yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) APBD Sampang tahun anggaran 2021, sasarannya untuk 132 penerima. Lantaran anggaran DAK itu belum ditranfer, proses pengerjaan RTLH untuk sebagian wilayah harus terhenti.

Bacaan Lainnya

Terdapat dua sumber anggaran untuk program tersebut. Keduanya daru APBD, yakni dana alokasi umum (DAU) dan DAK.  untuk DAU dianggarkan Rp1,5 miliar  dengan sasaran 51 pembangunan baru (PB) RTLH. Sedangkan di DAK nilainya sebsar Rp2,6 miliar dengan sasaran 132 PB RTLH

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Pertanahan (DPRKP) Sampang Roy Abdul Rokib mengatakan, surat perintah kerja (SPK) program RTLH itu sudah turun sejak Juli atau setelah penetapan peta lokasi (penlok) keluar. Sedangkan batas waktu pengerjaan adalah sampai Oktober mendatang.

“Untuk sebagian yang sudah mulai dikerjakan ini, seperti di Desa Sejati dan lainnya harus dihentikan dulu. Pelaksaannya kami pending, karena memang dananya belum turun, masih nunggu transfer dari pusat,” ujar Rokib.

Namun Rokib menguraikan, bantuan RTLH sudah direalisasikan 25 persen atau untuk 33 penerima. Namun biayanya menggunakan dana talangan oleh pihak desa selaku pelaksana program tersebut.

Penggantian biaya pelaksanaan program RTLH itu hanya bisa diberikan setelah ada transfer dana dari pemerintah pusat.

Namun jika sampai akhir Agustus itu belum ada transfer dana itu, maka pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak, pasrah dengan keadaan, karena program itu dananya langsung dari pusat, daerah hanya sebatas melaksanakan dan memfasilitasi.

“Persyaratan pencairan dananya sudah kami penuhi semua, seperti SK penlok, surat pernyatan dari bupati dan buku rekening setiap penerima bantuan sudah disiapkan, tapi sampai sekarang belum ada transfer,” ulasnya.

Nominal bantuan  untuk setiap penerima RTLH itu sebesar Rp20 juta, rinciannya, Rp17,5 juta untuk pengadaan bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tenaga kerja. Sedangkan total pagu anggaran untuk 132 penerima bantuan itu mencapai Rp2,6 miliar.

Desa dan kecamatan penerima PB RTLH DAK antara lain 25 RTLH di Desa Banjar Billah Kecamatan Tambelangan, 25 RTLH di Desa Birem Kecamatan Tambelangan, 25 RTLH di Desa Sejati Kecamatan Camplong, 25 RTLH di Desa Temoran Kecamatan Omben, 16 RTLH di Kelurahan Gunung Sekar Kecamatan Sampang, 16 RTLH di Kelurahan Karang Dalam Sampang.

“Dana bantuannya langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima, untuk dipergunakan sesuai juknis yang ada. Kami tetap lakukan pemantauan dan pengawasan,” ucap Rokib. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *