Terlapor Ujaran Kebencian Ulama Mangkir dari Panggilan Polres Sampang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) GERAK CEPAT: Polisi telah meminta keterangan saksi dan mengumpulkan bukti dugaan ujaran kebencian kepada seorang kiai yang dilaporkan oleh santri dan para simpatisan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Polres Sampang telah memanggil terduga pelaku ujaran kebencian yang dilontarkan kepada KH. Syafiudin, pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Gersempal, Omben, Sampang. Namun sejumlah pelaku tidak menghadiri panggilan yang dilakukan oleh polisi.

Selain mulai memeriksa saksi dan pelapor, polisi juga mengumpulkan sejumlah barang bukti. Identitas terduga pelaku yang diperkirana berjumlah belasan, sudah dikantongi polisi.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, simpatisan dan santri KH. Syafiudin melaporkan empat belas pemilik akun facebook. Terlapor mengumpat dan berkomentar tidak baik kepada salah satu kiai kharismatik di Sampang itu. Sehingga, simpatisan tidak teruma dan melaporkan kasus itu.

Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Sudaryanto mengaku belum menetapkan tersangka. Namun, dipastikan ada yang harus bertanggung jawab dalam postingan ujaran kebencian kepada seorang kiai itu. Namun dia berjanji menindaklaniuti dengan penyelidikan lebih cepat.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Mereka diperiksa sebagai saksi. Sehingga, diharapkan kepada simpatisan untuk bersabar, ” katanya.

Setelah saksi dan barang bukti sudah dikumpulkan, jelas AKP Sudaryanto, akan gelar perkara dan menetetapkan tersangka. Namun saat ini polisi masih mengevaluasi kesalahan ujaran kebencian yang tengah diusutnya itu.

“Semua identitas pemilik akun sudah kita kantongi. Sebanyak empat belas orang, kami masih menyelidiki, ” jelas AKP Sudaryanto.

Menurutnya, panggilan sudah diarahkan kepada tersangka. Namun beberapa tersangka mengabaikan panggilan. Mereka tidak hadir saat kami undang untuk diperiksa. Jika kembali mangkir dan tidak kooperatif, semua terlapor akan dijemput paksa.

“Untuk identitas pelaku kami belum bisa menyampaikan. Demi kelancaran penyelidikan hingga pesawat penyidikan nantinya),” Katanya.

Untuk diketahui, seorang pemilik akun facebook itu memposting video KH. Syafiudin usai melakukan vaksin. Namun, di pastingan itu banyak yang berkomentar. Bahkan isi komentar para pemilik akun berlebihan dan mengarah pada ujaran kebencian. (man/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *