Teror Pembakaran Mobil Hantui Warga Pantura Sampang

News30 views

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Fenomena teror pembakaran kendaraan warga oleh orang tak dikenal di wilayah Kecamatan Ketapang, Sampang, cukup meresahkan. Pasalnya selama dua bulan terakhir ada sebanyak tiga kali aksi pembakaran mobil di wilayah setempat.

Mirisnya, kendati aksi teror pembakaran mobil warga tersebut sudah berulang kali terjadi di wilayah hukum Kecamatan Ketapang, Sampang. Namun hingga kini belum berhasil diungkap oleh pihak kepolisian Sampang.

Teranyar, teror pembakaran mobil itu terjadi di Desa Banyusokah, Kecamatan Ketapang. Kejadiannya pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01:30 WIB, kendaraan mobil H-RV dengan nomor polisi N 1443 NN, milik Matweki, warga setempat.

Kapolsek Ketapang Iptu Hafissulah Mokoginta, mengatakan bahwa pembakaran mobil warga di wilayahnya sudah ada tiga kejadian. Kata dia, aksi pembakaran mobil itu dinilai dilakukan dengan unsur kesengajaan.

Iptu Hafissulah mengaku sudah melakukan olah TKP dan kemudian dilakukan penyelidikan dan pihak polisi menemukan barang bekas alat pembakar mobil berupa kain serta menemukan jejak pelaku saat masuk ke rumah korban yang diduga melewati pagar belakang. Hanya saja, hingga kini belum belum terungkap motif dan pelaku aksi teror tersebut.

“Kami belum menemukan motif dari aksi teror pembakaran mobil ini. Yang jelas kami akan tetap berupaya maksimal untuk mengungkap kasus ini,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.

Baca Juga:  BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp 1 Miliar pada Lima Proyek di Sampang

Lanjut dia, sampai saat ini, kasus aksi teror itu masih dilakukan penyelidikan oleh polsek dan dibantu oleh jajaran Satreskrim Polres Sampang, namun belum menemukan motif dan pelaku aksi teror pembakaran mobil khususnya di kecamatan Ketapang itu.

“Berdasar pengakuan dari korban, tidak punya masalah dengan orang lain, jadi masih diselidiki, untuk korban yang ketiga ini merupakan pengusaha kayu,” terangnya.

Sementara itu, Rusli yang merupakan keponakan dari korban menceritakan, mobil itu terbakar saat pemiliknya dalam keadaan tidur. Korban sempat mendengar sesuatu di luar rumahnya dan saat bunyi itu terdengar semakin keras, korban membuka gorden ternyata melihat mobil di garasinya sudah terbakar dan penuh kobaran api.

Kini, mobil milik pamannya itu hanya tersisa kerangkanya saja dan diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp250 juta. Untuk itu, pihaknya meminta agar pihak kepolisian serius dan maksimal dalam menangani kasus yang sangat meresahkan masyarakat tersebut.

“Saat melihat api itulah paman langsung keluar dan meminta bantuan tapi mobil sudah hangus terbakar,” katanya.

Atas kejadian itu, Rusli mendesak pihak aparat kepolisian untuk lebih maksimal dalam melakukan upaya pencarian terhadap pelaku, karena kejadian pembakaran mobil itu sudah berulang kali terjadi di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Mahasiswa Sumenep Demo Pemkab lantaran UMKM Tak Terkaver Pengadaan e-Katalog

“Pembakaran mobil ini sudah menjadi teror dan sangat meresahkan masyarakat. Kami harap pihak kepolisian bisa segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya,” harapnya.

Dikonfirmasi terpisah Kasi Humas Polres Sampang IPDA Sujianto membenarkan bahwa kejadian mobil terbakar sudah tiga kali, sampai saat ini dalam proses penyelidikan. Untuk kejadian yang pertama juga dalam penyelidikan dan yang kedua kalinya menunggu hasil lab lapor dan yang ketiga kalinya baru kejadian beberapa hari yang lalu.

“Memang benar telah terjadi tiga kali pembakaran mobil warga dan belum ada yang terungkap hingga kini, semoga saja dalam waktu dekat ini bisa terungkap mulai dari yang pertama hingga ketiga kalinya ini,” jelasnya.

Untuk Diketahui, berdasarkan catatan Kabar Madura, pembakaran mobil warga sudah terjadi tiga kali di wilayah Kecamatan Ketapang Sampang. Pertama, mobil minibus Toyota Avanza warna hitam milik Kiai Ahmad Bahri, warga Dusun Manju Timur, Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang.  Kedua, mobil Avanza berwarna putih milik Anisa, Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, keriga mobil H-RV  milik Matweki, warga Desa Banyusokah, Kecamatan Ketapang.

Pewarta: Subhan

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *