oleh

Tersangka Kasus Pencabulan oleh Kepala Sekolah Dituntut 9 Tahun Penjara, Pelaku Enggan Mengakui Perbuatannya

Kabarmadura.id/Bangkalan-Pelaku kasus pelecehan seksual yang melibatkan tenaga pendidik di Bangkalan sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Kamis, (30/7/2020) lalu. Namun, tersangka resmi ditahan di Mapolres Bangkalan Kamis (6/8/2020). Pelaku baru ditahan kemarin (Kamis, red) sebab mangkir dari pemanggilan pertamanya.

Karenanya, pihaknya harus melakukan pemanggilan kedua Rabu (5/8/2020) yang kemudian tersangka datang. Setelah dimintai keterangan, kata Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra ditahan karena telah cukup bukti.

“Tapi sampai sekarang pelaku ini enggan mengakui perbuatannya. Karena kami telah cukup bukti, tetap akan kami tahan,” katanya.

Bukti yang dia temukan, yakni baju berwarna coklat dengan motif garis yang sobek di bagian lengan kanannya dan satu buah handphone percakapan korban dengan pelaku. Kejadian ini sendiri dilakukan pelaku yang juga sebagai kepala sekolah SMP Swasta di Bangkalan ini pada tanggal 13 Juni 2020 di kantor kepala sekolah di Desa Brangang, Kecamatan Klampis.

“Nanti biarkan pengadilan yang membuktikan pelaku ini melakukan hal itu atau tidak. Sebab, bukti yang kami miliki sudah kuat untuk menetapkan tersangka,” paparnya.

Akibat perbuatan itu, Kasat Reskrim AKP Agus Sobanapraja menuturkan, tersangka akan dijerat dengan kasus pencabulan pasal 289 KUHP. Dia menuturkan tersangka yakni dengan inisial MS (44) terancam hukuman 9 tahun penjara.

Sedangkan tersangka MS enggan mengakui hal itu. Dia menerangkan, bahwa keterangan sudah diberikan secara lengkap kepada penyidik. MS mengatakan, bahwa apakah itu sesuai atau tidak dengan perbuatannya. Dia tetap tidak mengiyakan perbuatannya itu.

“Apa yang terjadi sudah ada di penyidik,” tukasnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed