oleh

Tersangka Pengoplos Beras Mulai Diadili di Pengadilan

KABARMADURA.ID, Sumenep –Tersangka kasus beras oplosan sudah berstatus terdakwa. Status itu L (insial terdakwa) setelah jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep membacakan dakwaannya di sidang pertama pada 30 September 2020.

Setelah diproses kepolisian serta Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep, kini sudah dilimpahkan pada Pengadilan Negeri (PN) Sumenep.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejari Sumenep Irfan Mangalle mengatakan, pelimpahan ke PN Sumenep tersebut sudah dilaksanakan pada 23 September 2020. Dalam persidangan itu, Irfan Mangalle juga sekaligus menjadi jaksa penuntut umum (JPU).

“Berjalan terus. Lebih jelasnya ikutu persidangan,” ucap Irfan, Minggu (11/10/2020)

Terdakwa berpotensi dijerat dengan penerapan Pasal 62 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, Pasal 139 UU nomor 18 tahun 2012 Tentang Pangan dan Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan.

SebelumnyaL (43) yang merupakan pemilik Gudang Yudhatama Art ditetapkan sebagai tersangka. Ditengarai, dia mengoplos beras tidak sesuai standar dengan yang tertera di kemasan yang dijual.

Setelah berstatus tersangkam dia sempat megajukan praperadilan, namun ditolak oleh majelis hakim PN)Sumenep.Tersangka sempat ditahan selama dua bulan, atau lebih dari 21 hari,namun dikeluarkan dari tahanan karena berkas yang dilimpahkan ke Kejari Sumenep belum lengkap.

Berdasarkan penyidikan poisi, beras oplosan tersebut diperoleh dari beras dengan kemasan Bulog dari Sidoarjo. Beras dari bulog itu kemudian dicampur atau dioplos dengan beras lokal atau petani Sumenep.Setelah itu, beras tersebut disemprot dengan cairan pandan agar harum, lalu dikeringkan dan dikemas.

Sementara itu, Panitera PN Sumenep Agus Aryananda membenrkan bahwa kasus beras oplosan sudah dilimpahkan pada PN Sumenep, berkas yang masuk pada 23 September 2020 dan disidangkan mulai 30 September 2020 dengan agenda pembacaan dakwaan dari JPU.

Sidang kedua yang seharusnya pada 7 Oktober 2020, ditunda akan akan dilakasanakan pada 14 Oktiber 2020. Sebab, penasehat hukum terdakwa belum siap esepsi atau keberatan atas dakwaan Jaksa.

“Sidang tahap pertama sudah dilakukan, dan kasus ini terus dilanjutkan pendalaman hingga tuntas nantinya,” ujar dia. (imd/waw)

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed