Tertera di Dapodik, Legislatif Ragu Disdik Tidak Miliki Data Sekolah Rusak

  • Whatsapp
(FOTO: KM/dok) ANEH: Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang belum persiapkan rencana rehab gedung sekolah yang rusak dengan alasan belum memiliki data jumlah sekolah yang rusak.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Masuk tahun 2021, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang belum merencanakan rehabilitasi gedung sekolah yang rusak. Alasannya, karena belum ada data lengkap soal kondisi terkini sekolah yang rusak. Legislator Sampang meragukan itu, karena di data pokok pendidikan (dapodik) sudah tertera kondisi masing-masing sekolah.

Bahkan alokasi anggarannya juga belum diketahui. Padahal, tahun ini rehab sekolah bersumber dari dua anggaran, yakni APBD tahun 2021 dan APBN tahun 2021.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Sekolah Dasar (SD) Disdik Sampang Suraji mengatakan, belum adanya data membuat alokasi anggaran ke setiap sekolah juga belum jelas.Namun pihaknya membenarkan nahwa tahun ini ada dua anggaran untuk rehab sekolah. Yakni dari APBD tahun 2021 dan Perubahan anggaran Keuangan (PAK) tahun 2021.

“Kami masih melakukan pendataan. Baik yang rusak ringan, sedang maupun berarti. Untuk sementara masih belum fiks,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Bidang pembinaan SMP, Disdik Sampang, Moh. Bahri mengaku belum bisa menyampaikan aecara rinci. Tapi rehab dipastikan akan dilakukan. Namun tetap ada pemisahan antara yang direhab ringan, sedang dan barat. Pemilahan itu sudah dilakukan namun belum direkap dalam data.

“Kami fokus soal SMP. InsyaAllah tahun ini banyak diperbaiki,” ucapnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Sampang, Amin Atif Tirtana menyayangkan pernyataan Dinas Pendidikan Samapngjika sampai saat ini belum ada data untuk sekolah rusak.

“Jika sampai saat ini dikatakan tidak ada data berarti Disdik tidak menginvarisir data,” katanya.

Menurutnya, sistem pendidikan di Sampang sudah ada dapodik. Sehingga, laporan sekolah termasuk kerusakan dilaporkan secara periodik. Jadi, tidak mungkin Dinas Pendidikan tidak memiliki data.

“Jika memang saat ini Disdik tidak punya data, berarti selama ini dalam menyusun program prioritas sembarangan. Dari dulu kita berharap data sekolah sudah di inventarisir,” imbuhnya. (man/waw)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *