Terungkap Ada Kesepakatan Fee Transport untuk Bidan, Dinkes Bangkalan Telusuri Keabsahannya

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) KLARIFIKASI: Dinkes Bangkalan memanggil POGI Bangkalan dan dokter RSIA Glamour Bangkalan untuk dimintai keterangan perihal rekomendasi pencabutan SIP..

KABARMADURA.ID | BANGKALANDinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan mulai menindaklanjuti perihal surat rekomendasi pencabutan SIP kepada dr. Surya Haksana dan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Glamour Husada, Kamal.

Tindak lanjut itu dilakukan dengan memanggil Perkumpulan Obstetri Dan Ginekologi Indonesia (POGI) Bangkalan dan RSIA Glamour Husada atau dr. Surya Haksana pada Kamis (22/10/2021).

Bacaan Lainnya

Namun, pemanggilan tersebut hanya bersifat klarifikasi kedua belah pihak. Kedua pihak dipanggil tidak dalam waktu yang bersamaan. Untuk RSIA Glamour Husada atau dokter Surya Haksana, Dinkes memanggil pada pukul 09.00 WIB. Sedangkan POGI Bangkalan pukul 13.00 WIB.

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo yang diwakili oleh Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Bangkalan Indah Wahyuni mengatakan, pemanggilan tersebut hanya meminta klarifikasi kedua belah pihak.

“Masih kami pelajari lebih lanjut mengenai kronologis surat rekomendasi tersebut. Hasilnya apakah membutuhkan klarifikasi dari bidan yang diduga melaporkan tersebut atau tidak. Kami lihat dulu nanti,” jelasnya usai meminta klarifikasi dari dokter Surya Haksana.

Perempuan yang kerap disapa Yuyun ini menyampaikan, pihaknya mewakili kadinkes Bangkalan karena memang tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) sebagai SDK yang mengurus mengenai surat izin praktik (SIP).

Secara mekanisme, pihaknya menelusuri apakah dibenarkan adanya kesepakatan pemberian fee transport dan dikeluarkannya surat rekomendasi pencabutan SIP.

“Kami masih mempelajarinya, makanya kami minta klarifikasi dulu terhadap kedua belah pihak. Ini belum final,” jawabnya.

Untuk pencabutan SIP yang dikeluarkan POGI Bangkalan, pihaknya sejauh ini hanya memberikan rekomendasi SIP. Sedangkan adanya adanya pencabutan izin praktik RSIA Glamour Husada, yang harus mengeluarkan adalah dari dinas perizinan.

“Surat dari POGI biasanya berdasarkan hasil dari IDI. Kalau kami hanya sebatas perizinan praktik rumah sakitnya yang kami rekomendasikan ke perizinan,” jelasnya.

Sementara itu, dr. Surya Haksana melalui kuasa hukumnya, Bachtiar, menyampaikan bahwa pihaknya mendatangi ke Dinkes Bangkalan untuk memberikan klarifikasi surat pencabutan izin SIP dr. Surya. Pihaknya memang mengajukan pemeriksaan terhadap itu agar lebih jelas. Ada 15 pertanyaan yang diajukan oleh Dinkes Bangkalan.

“Salah satunya apakah benar adanya pemberitaan atau rekomendasi dari POGI Bangkalan. Lalu juga pertanyaan apakah benar dr Surya ini memberikan uang transportasi di luar kesepakatan pada tanggal 11 September 2021,” ungkapnya.

Sampai sekarang, dr Surya juga mengaku tidak pernah bertemu dan kenal dengan bidan dari Arosbaya yang melaporkan itu kepada POGI Bangkalan dan diberikan uang sebesar Rp2 juta. Hal itu, menurut Bachtiar, sudah membantah pernyataan dr.  Muliadi Amanullah yang menandatangani surat rekomendasi pencabutan SIP yang sudah dilakukan.

“Juga yang harus dikatakan POGI yang melaporkan itu adalah bidan, ya harus dipanggil juga bidannya. Sejauh ini, klien kami belum bertemu dengan dokter Mul (Muliadi Amanullah, red),” jelas Bachtiar..

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *