oleh

Terus Dihantam Banyak Kendala, Target PBB TerancamTidak Dipenuhi

Kabarmadura.id-Memasuki bulan ketiga semester ke-II tahun anggaran berjalan 2020,  realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai salah satu penopang pendapatan dan penerimaan negara di empat kabupaten di Madura masih sangat timpang. Hanya Pamekasan yang berhasil merealisasikan penerimaan diatas 50 persen.

Dari target penerimaan sebesar Rp4 miliar, Pamekasan sebagaimana disampaikan Pj. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan Sahrul Munir, mencapai Rp2.911.004.988 atau terealisasi sebesar 72.78 persen. Angka tersebut tergolong besar, mengingat realisasi penerimaan PBB di Bangkalan hingga akhir Agustus 2020 masih dibawah Rp1 miliar.

Bahkan, khusus penerimaan realisasi PBB di Bangkalan, masih terdapat piutang tahun 2019 lalu sebesar Rp1.033.591.797. Angka piutang tersebut, sebagaimana disampaikan Kepala Bidang Pajak dan Retribusi I Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan, Budi Hariyanto, karena hanya 6 kecamatan yang melunasi PBB tahun 2019. Sementara 12 kecamatan sisanya masih menunggak pelunasan.

Penerimaan PBB dari target dibawah 50 persen juga terjadi di Sampang. Dari target Rp6 miliar,  realisasi PBB hingga akhir Agustus ini baru mencapai Rp1,2 miliar atau 20 persen. Kondisi tersebut, menurut Kepala BPPKAD Sampang Saryono melalui Kabid Pendapatan Choiriyah, karena minimnya tingkat kesadaran para wajib pajak, meski sosialisasi sudah dilakukan.

“Kalau mencapai target, rasanya sulit sekali, kemungkinan hanya bisa tercapai dikisaran  70 – 80 persen, itu sudah sangat bangus,” timpal Choiriyah.

Pesimis untuk mencapai target 100 persen, juga  terjadi di Sumenep. Dari target PBB sebesar Rp5,5 miliar, Kepala Bidang (Kabid) Penanganan dan penagihan Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep Suhermanto menguraikan, saat ini baru mencapai 27 persen hingga akhir Agustus.

Meski terancam tidak mencapai target, BPPKAD Sumenep menaruh harapan, jikapun realisasi tidak sesuai target, tidak sampai terlalu rendah dari target.

“Semoga minimnya PBB tidak begitu signifikan,” ujarnya. (tim)

Komentar

News Feed