Tes CPNS, PLN Pastikan Supply Listrik Aman

  • Whatsapp
(KM/FA'IN NADOFATUL M.) PEMBENAHAN: Beberapa petugas PLN terlihat memperbaiki tiang listrik di simpang Tangkel beberapa waktu lalu

Kabarmadura.id/Bangkalan-Persiapan pelaksanaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mulai dilakukan. Beberapa hal yang mulai dipersiapkan yakni sarana dan prasarana seperti gedung dan komputer. Begitu juga dengan supply listrik pada saat pelaksanaan ujian berlangsung. Dalam hal ini Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang akan terlibat juga telah memastikan supply listrik saat pelaksanaan tes aman.

Kendati pihaknya memastikan supply listrik aman, Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bangkalan Pangky Yongkynata meminta agar pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) untuk menyediakan genset.

“Secara supply Insya Allah aman tidak ada defisit daya. Kami menghimbau kepada panitia untuk menyiapkan cadangan supply seperti genset/ups. Karena padam yang di luar kendali semisal force major karena cuaca hujan tidak bisa kami prediksi,” terangnya, Selasa (21/1).

Selain itu, Pangky menuturkan, pihaknya juga masih menunggu informasi adanya lokasi mana saja yang akan dipakai untuk pelaksanaan tes CPNS. Sebab, dari panitia tes CPNS  sendiri belum memberikan keterangan pasti lokasi-lokasi yang akan dipergunakan. Masih menurut Pangky, supply listrik wilayahnya hanya meliputi kota Bangkalan saja.

“Pemadaman yg bersifat terencana akan kami reschedule kalau bertepatan dengan tanggal tersebut. Tapi kami akan prioritaskan keandalan supply untuk lokasi-lokasi dilaksanakannya test cpns,” paparnya.

“Untuk daya mampu kami khususnya GI bangkalan sekitar 51 MW. Terhadap beban puncak sekitar 45 MW,” tambahnya.

Sementara itu, pihak BKPSDA selaku panitia dari pelaksanaan CPNS sendiri mengatakan, untuk lokasi pelaksanaan tesnya berbeda dengan tahun lalu. Kali ini, Sekretaris BKPSDA Bangkalan menyampaikan, lokasi tes akan berada di Balai Diklat BKPSDA. Di mana dalam satu sesi akan di isi 100 peserta CPNS yang lolos administrasi online. Dalam sehari, menurutnya, akan ada 5 sesi.

“Tanggalnya 18 sampai tanggal 28 Februari. Lain-lainnya seperti teknisnya, pengawasnya kita masih menunggu petunjuk dari BKN. BKPSDA hanya membantu dalam proses registrasi sampai dengan peserta masuk ruang ujian,” tandasnya. (ina/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *