oleh

Teteskan Air Mata ketika Azan untuk Anak Pertama

KABARMADURA.ID – Fullback Madura United Andik Rendika Rama telah dikaruniai dua anak, Athallah Dzeko Ramadhan dan Zeline Aghnia Sabhira dari buah pernikahannya dengan Afifah Elsa Nada.

Kabar Madura berhasil wawancara eksklusif dengan fullback asal Gresik itu. Hal tersebut terkait tugas pokok menjadi sosok ayah dan momentum lucu serta menarik ketika baru menjadi ayah.

Seperti apa sebenarnya menjadi sosok ayah di mata Anda?

Sosok seorang ayah harus menjadi contoh atau panutan untuk anaknya ke arah yang baik, seperti kita mengajari anak punya etika dan sopan santun. Intinya, bisa tawaduk saja kepada kedua orang tua dan menghormati orang yang lebih tua dari dia.

Seberapa sering Anda ikut andil secara langsung mendidik anak?

Kalau itu pasti. Waktu-waktu mengajari itu ketika berdua sama saya. Dia sering keluar sama saya sendiri, bawa mobil atau saat cuci-cuci mobil di luar itu sering tak bilangin, tidak boleh begini sama bunda. Kalau bunda marah tidak boleh seperti ini. Di rumah ketika mau salat, diajak, ayo salat. Itu nanti ngaji dan doa bareng bersama dia di pangkuan saya dan diajari berdoa gitu.

Tapi kebanyakan kalau mengajari kayak gitu itu, cuman aku sama Dzeko saja. Kalau dia lagi banyak orang di rumah itu suka bercanda. Kalau lagi berdua sama saya baru dibilangin; kalau banyak orang tidak bisa dia menangkap.

Sebagai pemain sepak bola, apakah Anda mengarahkan anak untuk meneruskan profesinya?

Kalau Rama pribadi ingin punya anak seperti aku, iya ada. Tapi, Rama biasanya pasrah saja, diarahkan saja ke hal-hal yang positif itu saja. Pokoknya, intinya, dia nanti di waktu pertumbuhan  yang baik-baik. Entah dia mau apa, iya dituruti saja. Dia bakatnya seperti apa, kami dorong saja. Tidak harus menjadi pemain sepak bola, yang penting kami mengarahkan ke yang baik dan positif.

Zaman sekarang ini tahu sendiri seperti apa. Jadi sebagai ayah, harus mengarahkan anak ke hal-hal yang sekiranya dia sibuk, sibuk dengan hal yang positif.

Apa yang digemari Dzeko saat ini?

Dia kayak Rama; bikin stori. Dia sering kuajak, walaupun tidak harus menuntut seperti ini, karena dia tidak mengerti. Intinya, dia suka saja ke lapangan. Sering Rama ajak ke lapangan. Intinya, dia suka dei lapangan saja dulu. Sering, sekarang bangun pagi ke lapangan pukul 6 atau 5.30. Dia senang bisa lari-lari dan menggiring bola.

Tidak harus menuntut dia jadi pemain sepak bola. Yang penting diarahkan ke situ tanpa harus menuntut. Diperkenalkan saja dulu, kerjanya ayah di lapangan seperti ini.

Bagaimana Anda saat azan untuk anak pertama?

Itu waktu azan pertama ada rasa senang hingga hampir menangis, mengeluarkan air mata. Iya bagaimana, suka banget dan bahagia sudah menjadi ayah itu. Sekarang jadi ayah, masya Allah. Terharu, senang, bahagia jadi satu lah sampai menangis.

Tapi waktu itu keliru. Biasanya kan, azan kanan, kiri iqomah. Ehh, aku azan semua waktu Dzeko itu. Tapi pengalaman kedua Si Zeline, aku fakus. Kemarin azan semua, sekarang harus ada iqomahnya biar melaksanakan salat gitu. Kalau azan  terus, orang hanya datang saja tidak salat kan. Aduu, orang-orang rumah ketawa semua dari terlalu senangnya mungkin.

Apa yang membedakan dengan sebelum punya anak dengan sudah jadi ayah?

Waktu yang membedakan. Waktu sama keluarga harus banyak. Dulu sebelum jadi ayah, sering habis ketemu istri, ngobrol-ngobrol, makan bareng, sudah tinggal ngopi. Kalau sekarang, iya sibuk sama anak, anak tidur baru ngopi. Waktu saja yang membedakan antara dengan keluarga lebih banyak sekarang.

Apa yang disampakan ayah Anda ketika mau menikah dan mau punya anak?

Iya dulu, ayah bilang, sekarang kamu sudah punya keluarga sendiri. Tanggung jawabmu sekarang kian besar. Intinya, kamu tanggung jawab sama keluargamu, dijaga dan yang sabar. Jadi seorang laki-laki itu harus banyak sabar dan harus pintar memanfaatkan seperti keadaan yang ada.(idy/nam)

Komentar

News Feed