Tiba-Tiba Ada Tunggakan Pinjaman, Mantan Nasabah BNI Jadi Korban Penyalahgunaan Data Pribadi

(FOTO: KM/ ALI WAFA) DIRUGIKAN: Seorang warga Pamekasan merasa datanya di BNI disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Komitmen Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Pamekasan  dalam memberikan pelayanan optimal kepada publik sedang dalam sorotan.  Seperti halnya Mohammad Baidjuri, salah satu mantan nasabah BNI asal Dusun Brumbung Desa Bicorong Kecamatan Pakong yang merasa dirugikan karena merasa namanya dicatut untuk mengajukan pinjaman di BNI.

Herannya, sebagai pemilik rekening, ia tidak mengetahui transaksi peminjaman tersebut. Sementara data di perbankan telah menyertakan data sesuai Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Ia mengaku tidak merasa memiliki urusan dengan BNI sejak pencairan dana sertifikasinya sebagai pegawai Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan dialihkan ke bank lain.

“Sejak 2014 kemarin, sertifikasi masih di BNI. Tapi setelah itu, dialihkan ke bank lain. Mungkin, memakai data saya pada saat itu,” ujarnya, Senin (26/7/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kejanggalan itu diketahui setelah ia hendak mengajukan pinjaman dana untuk modal usaha di Bank Syariah Indonesia (BSI). Namun pengajuannya ditolak karena setelah dilakukan verifikasi pada layanan informasi berisikan riwayat kredit debitur yang tercatat dalam BI checking, ia diketahui masih memiliki tunggakan pinjaman sebesar Rp8,3 juta di BNI.

“Saya kaget kala itu, karena saya memang tidak ada urusan dengan BNI semenjak sertifikasi ini dialihkan ke bank lain. Tiba-tiba muncul tunggakan serta macetnya pembayaran sejak tanggal 22 Desember 2019. Berarti, secara otomatis yang menggunakan nama saya itu sejak tahun 2015 lalu,” ucap Baidjuri.

Setelah dia mengonfirmasi ke pihak BNI, kepada Kabar Madura ia menuturkan, pihak BNI mengakui terjadi kesalahan. Ada seorang nasabah BNI yang mengajukan pinjaman dana yang memiliki kesamaan nama dengan dirinya. Kepadanya, pihak BNI berjanji akan mempertemukan ia dengan nasabah yang menggunakan dana pinjaman tersebut. Namun, hingga saat ini belum dilakukan.

“Saya mengurus ini berkali-kali. Tapi tidak digubris dan pegawai BNI hanya janji pertemukan saya dengan orang yang bersangkutan,” sesalnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak BNI Cabang Pamekasan belum memberikan konfirmasi terkait permasalahan yang menimpanya. (ali/maf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.