oleh

Tidak Ada Anggaran Menangkap Kembali, Napi Kabur Cukup Ditunggu Kembalinya

Kabarmadura.id/SUMENEP-Kaburnya narapidana (napi) setahun lalu, justru membuat Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Sumenep tidak berhasrat lagi menangkapnya. Alasannya, tidak ada instruksi harus menangkap kembali napi yang kabur.

Selain itu, karena memang tidak ada anggarannya secara khusus, sehingga tidak ada target mencari hingga menangkap kembali napi yang kabur itu.

Pada awal 2019 lalu, ada dua napi yang kabur, yakni Matrawi (37), warga Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep dan Abd. Baidi (32), warga Banaresep Barat, Kecamatan Lenteng, Sumenep kabur. Tetapi Baidi sudah berhasil diamankan kembali.

Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Sumenep Viverdi Anggoro mengatakan, keberadaan Matrawi sudah pernah terdeteksi dan tertangkap kembali. Bahkan, napi tersebut dalam pengawalan yang terbilang ketat, kedua kakinya diborgol dan diletakkan di ruang khusus. Namun dia berhasil kabur kembali.

“Saya kan baru, tapi kabarnya masih belum ada kabar sekarang, sulit mengakses keberadaannya,” katanya kemarin.

Dikatakan, pihaknya tidak bisa mencari keberadaan napi tersebut sedemikian detail. Karena bagi napi yang kabur, tidak ada instruksi harus ditangkap kembali. Selain karena memang tidak ada anggaran secara khusus.

Jumlah petugasnya yang minim juga jadi dalih yang membuatnya tidak bisa berbuat banyak. Bahkan, pihaknya juga khawatir justru tambah kecolongan jika petugasnya banyak yang fokus mencari napi kabur itu.

“Kalau kami getol mencari, sementara di sini personel kurang, bukan malah menyelesaikan masalah, tapi nambah. Kalau di sini ada yang kabur lagi, kan tambah runyam persoalannya,” imbuhnya.

Keduanya napi tersebut kabur pada bulan Februari 2019. Kemudian berhasil ditangkap empat bulan kemudian atau pada Juni. Keduanya ditempatkan di sel isolasi dan haknya dicabut serta diborgol tangannya. Namun, September 2019 lagi-lagi kabur.

Diketahui Matrawi (37) terpidana dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan Abd. Baidi (32) tersangkut kasuspenyalahgunaan narkotika. (ara/waw)

Komentar

News Feed