oleh

Tidak Ada Event Musik, Komunitas Reggae Bangkalan Isi Kegiatan dengan Baksos

KABARMADURA.ID, Bangkalan – Akibat wabah covid-19 yang sudah 8 bulan melanda Bangkalan. Semua aktivitas termasuk hiburan juga terhenti. Salah satunya yakni konser musik reggae. Penggemar musik beraliran reggae yang tergabung dalam Komunitas Reggae Bangkalan kini lebih aktif dalam kegiatan bakti sosial (Baksos).

Salah satu anggota komunitas itu yakni Nur Chandra Sundara menyampaikan, bahwa tujuan dibentuknya Komunitas Reggae Bangkalan itu dari dulu hanya untuk menaungi atau mewadahi penikmat dan musisi reggae di Bangkalan. Jadi dengan adanya Komunitas Reggae Bangkalan ini, dia mengharap, bisa merubah pola pikir masyarakat tentang reggae. Bahwa sebenarnya reggae itu gak harus gimbal, reggae itu gak harus ngeganja.

“Komunitas Reggae akan terus mengedukasi masyarakat tentunya dengan hal-hal positif melalui kegiatan-kegiatan yang sudah pernah dilaksanakan,” ujarnya, Minggu (11/10/2020).

Dia mencontohkan, seperti event musik penggalangan dana untuk korban bencana. Selain itu, pada bulan ramadhan komunitasnya juga mengadakan event bagi-bagi takjil dengan live musik menghibur yang sedang ngabuburit di jalan. Selanjutnya, kemudian pernah juga bagi-bagi masker untuk warga yang kurang mampu membeli masker. Dimana kala itu katanya, harga masker masih sangat mahal.

“Ada juga kegiatan yang selain acara musik, seperti membuat kerajinan dari batok kelapa, membuat kerajinan gelang dari tali, membuat kerajinan kalung, membuat rambut gimbal dari rambut palsu dan hasilnya untuk dijual ke masyarakat kemudian keuntungannya kembali kepada mereka yg membuat kerajinan itu,” imbuhnya.

Saat ini, komunitas itu, kata lelaki yang kerap disapa Chandra ini ada 78 orang tergabung. Meski demikian, dia tidak membatasi siapapun yang ingin bergabung walaupun tidak memiliki kartu anggota.

“Selama tujuannya positif, kami selalu terbuka untuk siapapun,” terangnya.

Untuk dana untuk bakti sosial (baksos) dia dan rekan komunitasnya sumbangan dari anggota dan ditambah dengan sumbangan dari komunitas lain. Dimana dia tidak mematok sumbangan harus berupa uang. Sedangkan, kegiatan baksosnya bisa berupa bagi-bagi nasi.

“Bisa berupa nasi atau beras atau bahan-bahan lainnya. Kalo baksosnya bagi-bagi masker ya bisa berupa masker. Kalo baksosnya untuk warga yang terdampak bencana alam, ya kami buka donasi apapun untuk nanti layak disumbangkan ke warga yang terdampak bencana,” tandasnya. (ina/bri)

Komentar

News Feed