oleh

Tidak Batasi Jumlah Investor, DPMPTSP: Semakin Banyak Semakin Bagus

Kabarmadura.id/Sumenep-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep menyampaikan, tidak ada batasan investor untuk menanamkan modal di Sumenep. Hal itu disampaikan oleh Kepala DPMPTSP Sumenep Didik Wahyudi. Ia memastikan, jika persyaratan investor atau pelaku usaha sudah lengkap, maka dipastikan mendapatkan izin untuk membuat usaha.

“Kalau saya kan hanya memberikan izin. Ya silakan datang ke sini untuk  investor itu, lagian semakin banyak yang berniat menanamkan modal maka tentunya semakin bagus untuk Sumenep ini,” katanya, Rabu (12/2).

Sementara untuk data terbaru tahun ini pihaknya masih belum mengkalkulasi jumlah investor yang masuk ke Sumenep. Tetapi untuk tahun 2019 sedikitnya ada sekitar 56 investor yang berhasil direkapitulasi dengan besar modal total yang tercatat Rp134.954.830.593.

Didik menyebutkan, di antara unit-unit usaha yang paling diminati adalah bidang perindustrian, perhotelan atau penginapan, restoran atau rumah makan, perumahan, dan ruko. Selain itu ada perkantoran yang meliputi super market dan super mall, jasa konstruksi pergudangan, transportasi darat dan laut, kesehatan yang meliputi rumah sakit umum atau bersalin, swasta, apotek, dan toko obat.

Termasuk bidang usaha yang digemari oleh para investor juga unit usaha koperasi, jasa hiburan atau rekreasi yang menyajikan usaha wisata, travel, diskotik, tempat karaoke, video game, dan playstation.

“Itu saja yang paling digemari tahun ini, kalau jumlah unit usaha yang disediakan ada sekitar 18-an ini, untuk triwulan keempat masih belum direkap sementara ini,” katanya, kemarin.

Dia melanjutkan, jumlah besaran modal yang diberikan investor perbulannya beragam. Januari sampai Maret atau triwulan pertama ada sekitar 22 investor dengan total investasi yang dikumpulkan Rp21.978.758.343.

Sementara untuk triwulan kedua jumlah investor hanya 17, berkurang dari tahun sebelumnya, tetapi jumlahnya semakin melonjak dengan total modal sebesar Rp 16.855.356.000 untuk Bulan April, Bulan Mei Rp34.668.251.750, dan Bulan Juni Rp 10.717.125.000. Sehingga total keseluruhan adalah Rp 62.240.732.750.

Sementara untuk triwulan ketiga dari Juli sampai September jumlah investor masih sama dengan triwulan sebelumnya yaitu ada 17 investor, tetapi jumlah modal investasinya lebih rendah yaitu Rp50.735.339.500.

“Dan untuk triwulan ke empat berjumlah sekitar 329 unit usaha dengan besaran modal Rp10.476.008.000,”pungkasnya. (ara/pai)

Komentar

News Feed