Tidak Berani Terapkan Sekolah Tatap Muka

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) KURANG DIPERHATIKAN: Para guru mendidik murid selama wabah Covid-19 tanpa bantuan pulsa ataupun paket internet.

Kabarmadura.id/Pamekasan–Pendidikan di Kabupaten Pamekasan hingga saat ini masih dibiarkan lumpuh karena adanya wabah Covid-19. Sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak bisa berbuat banyak kecuali mengikuti arahan dari pemerintah pusat.

Wakil Bupati Pamekasan Raja’e mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan skema pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Bahkan menurutnya, para wali murid juga memiliki keinginan yang sama yaitu anak bisa sekolah kembali secara normal.

Bacaan Lainnya

Wabup mengaku akan segera menginstruksikan dinas terkait untuk menyiapkan pola pendidikan di tengah wabah dan menormalkan kembali proses kegiatan belajar mengajar. Sebab menurutnya, beberapa wilayah di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan yang telah berzona kuning.

Raja’e menjelaskan, semua pihak memiliki keinginan yang sama untuk menormalkan kembali sektor pendidikan.

“Kita semua menginginkan normal kembali, tapi kita masih khawatir,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan Ach. Zaini menerangkan, selama sekolah melakukan KBM dalam jaringan (daring), para guru menjalankan tugasnya tanpa insentif berupa bantuan pulsa ataupun paket internet.

Meski demikian, pihaknya telah mendaftarkan sejumlah guru pada program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, melalui program tersebut para guru akan mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT).

“Kalau bantuan pulsa kami tidak ada, tapi mereka kami daftarkan BPJS ketenagakerjaan,” ungkapnya. (ali/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *