Tidak Berikan THR, Disperinaker Bangkalan Ancam Lakukan Audit Perusahaan

(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MENJELASKAN : Kabid Hubungan Industri Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Bangkalan Titin Suhartini saat memberikan keterangan di kantornya.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan menyikapi serius perihal kewajiban perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk karyawannya. Meski tidak diatur secara jelas nominal THR, berdasarkan edaran resmi dari Kementerian Keuangan, menegaskan semua perusahaan wajib memberikan tunjangan tersebut.

Kabid hubungan industri Disperinaker Bangkalan Titin Suhartini menyampaikan, semua karyawan yang berstatus aktif harus mendapatkan THR dari perusahaannya. Karena ini juga berdasarkan aturan yang disampaikan oleh Kementerian.

“Semua karyawan atau pekerja wajib mendapatkan THR,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Pihaknya akan serius menyikapi tentang kewajiban THR. Bahkan pihaknya akan membuka posko pengaduan THR. Posko tersebut diharapkan dapat menjadi media untuk menerima keluhan atau laporan dari para pekerja jika mereka tidak mendapatkan THR dari perusahaannya.

“Kami nanti akan fasilitasi, jika benar, maka perusahaannya akan kami panggil,” tuturnya.

Pemberian THR oleh perusahaan bisa saja dilakukan minimal mulai sepuluh hari sebelum hari raya, dan maksimal satu hari sebelumnya. Sedangkan untuk nominalnya dikembalikan lagi sesuai dengan kemampuan perusahaan.

“Kalau nominalnya tentu berbeda, karena dikembalikan pada masing-masing perusahaan,” jelasnya.

Jika nanti perusahaan tidak mau memberikan THR. Maka perusahaan harus melaporkan secara detail kondisi keuangannya. Setelah itu, baru akan dilakukan pemeriksaan oleh tim audit. Jika memang kondisinya belum mampu, maka nanti akan ada kesepakatan dengan pekerjanya.

“Kami hanya membantu di proses mediasinya, kalau nanti sudah laporan dan memang belum mampu, nanti akan ada opsi lain,” tandasnya.

Salah satu pekerja toko modern Khoirul Anam menyampaikan, belum mengetahui informasi apakah nanti akan mendapatkan THR atau tidak. Tetapi jika memang nanti tidak ada, dirinya mengaku pasrah, dan tidak melaporkannya.

“Mau lapor kemana, jika nanti malah menambah masalah, mending tidak usah,” katanya.

Tetapi jika berdasarkan pengalamannya tahun lalu, perusahaannya selalu memberikan THR. Meski tidak berbentuk uang, biasanya akan diberikan berbentuk sembako atau barang lainnya.

“Kalau tahun kemarin, THR-nya diberikan dalam bentuk barang, semoga tahun ini diberikan dananya saja,” pungkasnya. (hel/mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.