Tidak Berizin dan Timbulkan Bau Tak Sedap, Peternakan Bebek Resahkan Warga

  • Whatsapp
BAU: Kandang ternak bebek di Kampung  Balandungan Desa Martajesah Kabupaten Bangkalan mengeluarkan bau tak sedap, mengganggu masyarakata sekitar.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Peternakan bebek di Kampung Balandungan Desa Martajesah dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, kandang peternakan tersebut terlalu dekat dengan pemukiman penduduk dan menimbulkan bau tak sedap yang mengganggu kenyamanan masyarakat.

Kepala Seksi Budidaya Produksi dan Ternak Dinas Peternakan Bangkalan Silvia Yulianti mengatakan, bau tak sedap muncul karena kandang tidak memiliki drainase. Padahal, dengan adanya drainase, maka kotoran bebek dikirim ke septic tank. Sehingga, andaikan ada drainase kemungkinan bau busuk itu tidak akan tercium oleh warga sekitar.

Walaupun bau busuk dari kandang bebek tidak menimbulkan virus yang berbahaya bagi masyarakat, namun hal tersebut bisa menggerus kekebalan tubuh pada anak usia dini. Untuk itu, alangkah lebih baiknya jika kandang bebek tersebut segera dilengkapi drainase.

“Setidaknya jika pemilik tidak begitu paham dengan hal tersebut alangkah baiknya jika konsultasi kepada kami terlebih dahulu,” imbuhnya.

Suhaidi, selaku pemilik usaha bebek mengelak, tidak mau tahu tentang aturan dalam peternakan harus berjarak sekitar 250 meter dari pemukiman penduduk.

“Yang penting kan pekarangan sendiri dan tidak menggunakan lahan orang lain,” ungkapnya.

Disinggung tentang perizinan, ia mengaku sudah meminta izin kepada masyarakat maupun kepala desa.

“Awalnya masyarakat banyak yang memberikan izin, namun ketika musim hujan, air hujan masuk ke kandang. Di situ banyak teguran dari masyarakat,” tuturnya.

Adapun tentang izin dari pemerintah, ia mengaku tidak tahu cara mengajukan izin membuka usaha.

“Saya tidak tahu  aturan bahwa untuk membuka usaha harus mengurus izin terlebih dahulu. Jumlah bebek berapa ekor dan luas bangunan brapa saya tidak tahu sehingga saya tidak mengurus izin usaha ini,” tambahnya.

Kepala Bidang (Kabid) Perijinan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan menyebutkan, pihaknya belum menerima izin mendirikan bangunan (IMB) untuk kandang bebek terserbut.

“Perijinan (DPMPTSP, red.) tidak pernah menerima permohonan izin dari pihak terkait. Perijinan tidak akan menindaklanjuti hal tersebut walaupun ada keluhan dari warga kecuali ada laporan resmi secara tertulis,” ungkapnya. (km50/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *