Tidak Bermasker, Warga Dilarang Masuk Pasar

  • Whatsapp
(KM/Dokumen) RENDAH: Tingkat kesadaran masyarakat di Kabupaten Sampang untuk menggunakan masker di tengah wabah Covid-19 masih rendah.

Kabarmadura.id/Sampang-Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang mengeluarkan Surat Edaran (SE) wajib bermasker bagi pedagang maupun pengunjung pasar tradisional. Hal itu untuk mencegah penularan Covid-19. Meski demikian, SE itu masih kerap diabaikan, karena kesadaran masyarakat diklaim masih relatif rendah.

“Dalam SE tersebut, sudah dijelaskan,

Bacaan Lainnya

bagi siapa saja yang melanggar akan ditindak. Untuk pedagang pasar yang melanggar akan disanksi dengan penutupan kios atau los, sedangkan pengunjung tidak dibolehkan masuk kalau tidak bermasker,” ucap Plt Kepala Disperdagprin Sampang Abd. Hannan kepada Kabar Madura.

Pihaknya mengaku terus memantau para pedagang dan pengunjung pasar. Jika ketahuan tidak menggunakan masker saat beraktivitas di dalam pasar, maka yang bersangkutan siap-siap menerima sanksi. Pihaknya berjanji tidak akan tebang pilih dalam menerapkan SE tersebut, siapa saja pasti ditindak kalau melanggar kewajiban itu.

Abd Hannan menjelaskan, pihaknya tidak serta mereka memberikan sanksi. Sebelumnya, ada tahapan yang telah dilakukan, meliputi sosialisasi SE secara masif, teguran dan terakhir pemberian sanksi. Pihaknya berharap masyarakat dapat mematuhi SE tersebut, karena hal itu demi kebaikan bersama dalam mencegah penularan wabah Covid-19, terlebih untuk mempertahankan agar Sampang tetap berada di zona hijau.

“Setiap hari di pasar-pasar tradisonal ini ada petugas yang tetap berjaga di pintu masuk. Kalau tidak bermasker tidak boleh masuk. Kalau pedagang dan petugas pasar juga disanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” terang Abd Hannan.

Sementara itu, Kepala Pasar Srimangun Sampang Nanik mengatakan, awalnya memang banyak pedagang saat diberi himbauan malah tidak acuh, seakan himbauan itu seakan tidak ada artinya. Tetapi, pihaknya terus dan tidak henti-henti mengimbau kepada para pedagang dan pengunjung Pasar Srimangunan untuk memakai masker.

Bahkan, yang aneh, ia menemukan salah satu pedagang yang jualan masker tapi tidak memakai masker.

“Saya sampai capek. Ya mau gimana lagi. Tetapi pada prinsipnya kita terus upayakan SE itu dapat dijalankan semaksimal mungkin dalam rangka pencegahan penyebaran wabah Covid-19,” tukasnya. (sub/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *