oleh

Tidak Capai Target, Realisasi PAD Baru Capai 36 Persen

Kabarmadura.id/Bangkalan-Hingga triwulan kedua, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bangkalan belum sesuai target. idealnya, pada pertengahan tahun, realisasi PAD harus mencapai mininal 50 persen. Namun, hingga saat ini capaian PAD masih 36 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Pengendalian Pendapatan Daerah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan Sri Yenny Repeliyanti menyampaikan, hal tersebut akibat dampak Covid-19 yang belum reda sejak bulan Maret lalu. Dia menuturkan, penurunan paling banyak dirasakan pada pajak dan retribusi.

Dari target pendapatan daerah tahun 2020 sebanyak Rp2, 053 triliaun untuk semester pertama capaiannya hanya Rp586,859 miliar atau hanya sekitar 28 persen. Sehingga, target masih kurang Rp1,466 triliun.

Rinciannya, PAD ditarget Rp219,877 miliar. Namun, dari awal tahun hingga 24 Juni ini hanya sebanyak Rp80,046 miliar atau 36 persen. Jadi, PAD tahun 2020 masih kurang Rp139,830 miliar untuk tutup buku.

Dana perimbangan sendiri ditarget Rp1,277 triliun. Hingga triwulan kedua hanya memperoleh Rp469,674 atau 36 persen dengan kekurangan Rp807,453 miliar dari target.

Untuk pendapatan lainnya yang sah, realisasi jauh lebih kecil pada semester pertama yakni hanya 6 persen. Dari target Rp556,673 miliar realisasinya  Rp37,138 miliar atau kurang Rp519,534 miliar.

“Yang paling banyak dirasakan itu pada pajak dan retribusi menurun drastis dan signifikan,” ungkapnya, Selasa (30/6/2020).

Akibtnya, kata Yenny, banyak pelaku usaha atau instansi yang meminta penurunan target PAD. Bahkan, ada yang meminta untuk penundaan pengumpulan PAD. Sedangkan, yang bisa dilakukan pihaknya saat ini hanya menurunkan PAD seperti pajak yang semula Rp50 miliar, kini hanya menjadi Rp45 miliar saja.

“Kami mau ngotot atau berbuat tegas agar PAD sesuai dengan target tidak bisa. Mengingat kondisi masih seperti ini, semua terfokus pada Covid-19,” jelasnya.

Masih menurut Yenny, kalau untuk PAD-nya sendiri yang paling banyak menurun adalah PAD dari rumah sakit dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan. Lagi-lagi katanya karena wabah Covid-19 yang belum usai menjadi penyebabnya. Dia juga menjelaskan, pada PAD rumah sakit sendiri berkurang hingga Rp25 miliar. Sedangkan Dinkes sendiri target PAD berkurang menjadi Rp12 miliar.

“Tergantung dari masing-masing instansi turunnya ada yang hanya Rp1 miliar, ada yang lebih,” tutupnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed