Tidak Dapat Proyek, Dinas PUPR Bangkalan hanya Kebagian Bersih-Bersih Irigasi

(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) PERBAIKAN: Saluran irigasi di Bangkalan mulai dibersihkan untuk mengurai macetnya air mengalir. Dinas PUPR Bangkalan tidak kebagian mengerjakan proyek.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Program perbaikan maupun perawatan irigasi di Bangkalan tahun ini nihil. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bangkalan hanya kebagian melakukan pembersihan irigasi. Itu pun dengan anggaran yang disediakan hanya cukup untuk menggaji petugas kebersihan.

Sementara proyek besar dari Kementerian PUPR langsung ditangani melalui koordinator yang telah ditunjuk.

Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Bangkalan Minun mengatakan, tahun ini dinasnya hanya kebagian tugas untuk membersihkan sampah di irigasi. Pembersihan tersebut juga tidak dilakukan di seluruh Kecamatan di Bangkalan. Sebab, anggaran pembersihan irigasi diakuinya sangat minim.

Bacaan Lainnya

“Tahun ini kami tidak ada program perbaikan atau perawatan bahkan pembangunan irigasi. Begitu pula tahun depan nanti kami tidak diberikan anggaran itu,” katanya, Senin (29/11/2021).

Minun menyampaikan, tahun 2021 anggaran pembersihan juga hanya mampu mencakup di bagian irigasi khusus di Kecamatan Kota Bangkalan. Di mana anggaran yang mampu menggaji petugas kebersihan itu dialokasikan sekitar Rp100 juta. Bahkan, itu hanya cukup mancakup kegiatan pembersihan selama empat bulan.

“Kurang lebihnya hanya sekitar Rp100 lebih berapa gitu, saya lupa. Yang jelas anggaran pembersihan ini tidak sampaI Rp200 juta,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, memang sebelumnya ada tembusan akan ada perbaikan dan pembangunan irigasi di Bangkalan dari Kementerian PUPR. Namun, bukan instansinya yang ditunjuk langsung, melainkan kementerian menanganinya sendiri.

“Hanya ada tembusan saja kemarin, cuma detailnya bukan di kami,” jelasnya mengenai program irigasi dari Kementerian PUPR.

Sedangkan program yang datang dari Kementerian PUPR itu merupakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Setidaknya ada 142 lokasi pembangunan irigasi pertanian sepanjang tahun 2021 di Bangkalan.

Konsultan Manajemen Balai (KMB) Wilayah Bangkalan Jamaludin menuturkan, setiap titik (lokasi) proyek irigasi mendapat kucuran dana sebesar Rp195 juta.

“Tahap satu sudah selesai. Tahap dua juga sudah selesai, karena waktu yang diberikan hanya 110 hari mulai bulan Agustus dan memang harus berakhir November ini,” paparnya.

Masih menurut Jamal, pelaksanaan P3-TGAI yang terbagi menjadi dua tahap itu, untuk tahap pertama ada 112 lokasi dan tahap kedua ada 30 lokasi. 142 lokasi tersebut juga tersebar di 142 titik tersebut tersebar di 12 kecamatan yakni Kecamatan Bangkalan, Burneh, Socah, Kokop, Modung, Klampis, Sepulu, Tanah Merah, Tanjung Bumi, Tragah, Geger, serta Kecamatan Kwanyar.

“Untuk pengerjaan dilakukan oleh perkumpulan petani pemakai air (P3A) dan pengawasannya dilakukan oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) sehingga tiap pengawas wajib memastikan pengerjaan sesuai RAB,” tandasnya.

Jumlah Proyek Irigasi Kementerian PUPR di Bangkalan

  • 142 titik
    • Tahap pertama 112 titik
    • Tahap kedua 30 titik
  • Anggaran setiap titik Rp195 juta
  • Tersebar di 12 Kecamatan , Bangkalan, Burneh, Socah, Kokop, Modung, Klampis, Sepulu, Tanah Merah, Tanjung Bumi, Tragah, Geger, serta Kecamatan Kwanyar.

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Tinggalkan Balasan