oleh

Tidak Dilengkapi Peralatan, Smart Card Uji KIR Tidak Berjalan

Kabarmadura.id/Sumenep-Dalam rangka memudahkan pelayanan uji KIR, Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep menerapkan smart card. Namun hal itu tersebut tidak terlalu maksimal sebab minimnya fasilitas.

Di Sumenep sendiri terdapat 6.880 kendaraan angkot yang wajib uji KIR. Dari 6.880 kendaraan angkot tersebut, hanya 3.500 kendaraan saja yang sudah mengantongi smart card untuk uji KIR.

“Jadi, kurang lebih 6 bulan program itu berjalan tapi memang masih belum bisa difungsikan. Maksudnya, baru berjalan 50 persen punya smart card. Kalau pelaksanaannya masih manual” kata Kepala UPT Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Sumenep Novel.

Kendala yang dialami dalam proses pembuatan smart card yang menyebabkan tidak maksimal, salah satunya adalah jaringan yang kurang memadai.

Sebagai bentuk upaya maksimalisasi, pihaknya sudah menyampaikan kepada Dishub Jawa Timur untuk meningkatkan kapasitas alat mulai dari WiFi, server, dan alat penunjang lainnya agar program smart card itu bisa berjalan normal.

“Itu puncaknya nanti dari kementerian, makanya kami sudah sampaikan kendala-kendala tersebut, termasuk sebagai bentuk upaya kami akan bekerja sama dengan Diskominfo untuk penguatan jaringannya,” imbuhnya.

Sementara bagi para pengendara yang masih belum mengantongi kartu tersebut masih bisa menggunakan buku KIR yang disediakan oleh pihaknya. Kemudian untuk pembayaran dan yang lainnya masih diterapkan secara manual.

Dipaparkan Novel, meskipun program smart card tidak berjalan mulus, uji KIR wajib untuk mobil berpenumpang umum, bus, mobil barang, kereta gandengan, dan kereta tempelan yang dioperasikan di jalan.

Hal tersebut tertuang dalam Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Pasal 53 ayat 1. Lalu pada ayat 2, pengujian berkala tersebut meliputi kegiatan pemeriksaan dan pengujian fisik, serta pengesahan hasil uji. (ara/ong)

Komentar

News Feed