oleh

Tidak Dipakai Kemensos, Dinsos Sampang Mulai Ragu Mendata Kemiskinan Sendiri

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Setelah menghabiskan anggaran Rp1,3 miliar untuk pendataan kemiskinan di tahun 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang kembali mengalokasikan Rp1,2 miliar untuk verifikasi data kemiskinan.

Namun hasil pendataan tahun 2020 belum dipakai. Hasil pendataan 2020 tidak digunakan sebagai acuan jumlah penerima bantuan sosial (bansos) tahun 2020. Penyaluran bansos menggunakan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial (Kemensos) yang terverifikasi tahun 2019.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sampang, Fadeli membenarkan hal itu. Namun anggaranya belum direalisasikan. Mmasih menunggu kepastian program Kemensos soal validasi DTKS. Sehingga, data yang dipakai bansos akan menggunakan DTKS baru.

Pihaknya mulai ragu merealisasikan, karena jika dipaksakan menggunakan APBD, akan membuang anggaran. Sebab Kemensos tetap akan menggunakan data hasil validasi dengan programnya sendiri.

“Karena mengingat data sebelumnya tidak terpakai. Maka tahun ini belum kami lakukan. Sebab akan terkesan sia-sia jika data yang kami lakukan sebaik mungkin tidak ditetapkan sebagai data bansos,” katanya.

Data kemiskinan milik Pemkab Sampang itu sudah disampaikan ke Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemensos. Tujuannya, untuk dipertimbangkan sebagai acuan penerima bansos. Namun belum ditetapkan sampai saat ini.

Dari informasi sementara yang didapat Fadeli, Kemensos sudah menyiapkan anggaran Rp18 miliar untuk validasi DTKS di kabupaten/kota di tahun 2021 ini.

Dinsos Sampang juga masih mencari regulasi soal rencana validasi DTKS yang akan dilakukan Kemensos. Sebab, semestinya program itu sudah jelas pelaksanaannya. Namun sampai saat ini belum ada kepastian.

Sesuai rencana Dinsos Sampang, alokasi anggaran Rp1,2 miliar itu sudah masuk dalam APBD Sampang 2021. Rencananya, anggaran itu untuk honorarium dan akomodasi petugas validasi sebanyak 200 orang. Program itu persis dengan program validasi data kemiskinan tahun 2020 lalu. (man/waw)

 

Komentar

News Feed