oleh

Tidak Direstui Dinkes, KBM Uji Coba di Bangkalan Dibatalkan

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka yang diujicobakan di Bangkalan gagal dilakukan. Uji coba yang sedianya mulai dilaksanakan Selasa (18/8/2020) itu, tidak mendapat restu dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Bangkalan, dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan.

“Dibatalkan semua karena tidak dapat persetujuan dari Dinkes Bangkalan,” ucap Kepala Seksi (Kasi) SMA dan Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur cabang Bangkalan, Moh. Fauzi, Selasa (18/8/2020).

Pembatalan tersebut diperjelas dengan surat edaran (SE) yang dibuat oleh Dinkes Bangkalan nomor 443.33/5106/433.102/2020 dan ditandatangani oleh Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo tertanggal 14 Agustus 2020.

Dalam SE tersebut tertuang alasan tidak diizinkannya KBM uji coba itu, yakni karena di penyebaran Covid-19 di Bangkalan masih tinggi.

Hingga Senin (17/8/2020), terakumulasi ada 394 pasien terinfeksi Covid-19 di Bangkalan, dengan jumlah kesembuhan sebanyak 264 orang.
Sebelumnya, KBM uji coba tersebut akan dilaksanakan di tiga sekolah, antara lain SMAN 1 Tanjung Bumi, SMKN 1 Tanjung Bumi dan SLB Keleyen. Uji coba khusus tingkat SMA sederajat tersebut dilaksanakan serentak di Jawa Timur.
Wakil Kepala SMAN 1 Tanjung Bumi Hendrik Dewantara menyayangkan dibatalkannya KBM uji coba tersebut. Sebab, sekolahnya sudah menerapkan protokol kesehatan dan persiapannya sudah 100 persen. Bahkan, pada 13 Agustus lalu sudah melakukan simulasi KBM tatap muka dengan sebagian guru dan pengurus OSIS SMAN 1 Tanjung Bumi.

“Memang tidak ada izin, akhirnya kami kembalikan lagi ke daring,” terangnya.

Kendati pembatalan itu dicabut kapan saja, Hendrik mengaku sudah siap untuk melaksanakan percontohan belajar tatap muka di sekolah di Bangkalan itu.

Sejatinya, kesiapan menggelar uji coba KBM tatap muka itu, sebelumnya telah disampaikan kepada Satgas Covid-19 Tanjung Bumi. Sejauh ini, dia belum menerima informasi secara langsung mengenai sampai kapan pembatalan itu. Yang diketahui, hanya rencana KBM uji coba akan akan dilakukan selama 2 pekan, mulai 18 Agustus hingga 30 Agustus 2020.
Tetapi dia mendapati bahwa dari pihak Satgas Covid-19 Tanjung Bumi juga belum memperbolehkan kegiatan itu. Karena di Tanjung Bumi ada 2 pasien yang terinfeksi Covid-19.

“Kami kalau dari Dinkes belun mengetahui pasti alasannya, tapi berdasarkan hasil koordinasi ke Satgas Covid-19 Tanjung Bumi, karena ada yang terinfeksi 2 orang, kami tidak diizinkan melakukan itu,” terangnya.

Akibat pembatalan itu, Hendrik meminta maaf kepada wali murid dan siswa. Dia berharap, Satgas Covid-19 Bangkalan memberi kesempatan kepada sekolahnya untuk melakukan KBM uji coba. Sebab, banyak siswa dan wali murid yang meminta untuk kembali belajar di sekolah. Dia yakin, KBM uji coba nantinya akan memberikan manfaat bagi semua siswa.

“Kami mohon maaf, bukan tidak ada kesiapan dari pihak kami. Tapi kami memang tidak diperbolehkan,” tuturnya.

Jika memang Satgas Covid-19 Bangkalan tidak yakin dengan kegiatan itu, dia meminta agar ada bantuan dari Satgas Covid-19 Bangkalan, seperti menerjunkan petugasnya untuk memantau KBM uji coba. Pasalnya, pihaknya telah lama menunggu kegiatan itu dan sudah mempersiapkan semuanya, baik dari siswa ataupun wali siswa.

“Kami para guru dan siswa siap untuk diperiksa, jika memang nanti ditemukan ada klaster baru melalui KBM itu, kami siap menutup dan tidak membuka sekolah lagi sampai wabah ini reda,” pungkasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed