oleh

Tidak Ditemui Bupati, Aksi Mahasiswa Berakhir Bentrok

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Aliansi Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) Arek Lancor melakukan aksi demonstrasi terkait Hari Tanididepan pendopo Ronggo Sukowati Pamekasan. Aksi tersebut tidak berjalan mulus. Pasalnya, aksi berakhir bentrokdengan polisi karena tidak ditemui oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Berdasar Pantauan Kabar Madura, para peserta aksi memaksa masuk ke Mandhepah Agung Ronggo Sukowati setelah sekitar 2 jam lebih berorasi. Mereka meminta bupati untuk menemuinya. Kecewa karena tidak ditemui bupati,peserta aksi mencoba menerobos pintu timur, tetapi tidak berhasil.Para peserta aksi beralih kepintu barat untuk masuk ke Mandhepah Agung Ronggo Sukowati, tetapi  masih gagal. Di sinilah terjadi aksi saling dorong pagar antara aparat dan mahasiswa. Setelah menunggu sekian lama para peserta aksi berpindah lokasi dan mencoba masuk kekantor bupati yang berhadapan dengan Mandepah Agung Ronggo Sukowati, disinilah terjadibentrok antara aparat dan mahasiswa.

Adapun aliansi BEM tersebut mewakili beberap kampus yang ada di Pamekasan yang meliputi, Universitas Islam Madura (UIM), Univerasitas  Madura (Unira), Institut Agama Islam (IAI) Al khairat, dan STIEBA Pamekasan.

Menurut Kordinator Aksi yang juga Presma UIM Pamekasan Sholehuddin menyampaikan, tujuan aksinya kali ini adalah menyambut satu tahun kepemiminan Bupati Pamekasan. Yang kedua, memperingati Hari Tani Nasional. Sebab hal itu sama-sama berkaitan mengingat Pamekasan rata-rata masyarakat petani.

“Kami kecewa karena bupati tidak bisa menemui kami secara langsung dengan alasan tugas diluar selama 2 bulan,” paparnya.

Meskipun pada saat aksi berlangsung ditemui oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pamekasan, tetapi mereka tidak mau menyampaikan aspirasi mereka.

Untuk peserta aksi yang terluka pada kejadian aksi kali ini, dia memastikan akan melakukan tindakan hukum.Namun hal itu nanti akan dibuat sebuah keputusan bersama untuk menyiapakan segala sesuatu diperlukan.

“Kalau nanti teman-teman setuju kami pastikan untuk diproses secara hukum, karena memang ada yang luka-luka,” pungkasnya.

Terpisah, Sekdakab Pamekasan Totok Hartono menyampaikan, tidak menemuinya Bupati Pamekasan Baddrut Tamam disebabkan ada agenda dari Lemhanas selama 2 bulan kedepan dan agenda itu sudah lama sekali peberitahuannnya.

“Sesuai dengan agenda yang sudah lama, beliau ada panggilan untuk mengikuti kegiatan lemhanas,” paparnya.

Ditambahan olehnya, untuk pelimpahan tugas di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan selama bupati mengikuti agenda tersebut dilimpahkan kepada wakil bupati.

“Jadi tugas-tugas rutinnya nanti Pak Wabup,” ungkapnya.

Menurutnya, pada prinsipya semua aspirasi baik akan diterima. Namun alangkah lebih baiknya apabila hal itu melalui diskusi ilmiah sehingga ada solusi ditawarkan untuk mengatasi masalah yang terjadi. (rul/pai)

Komentar

News Feed