Tidak Mampu Beli BBM, Layanan Antar Jemput Buku Mogok

(FOTO: KM/ALI WAFA) MINIM ANGGARAN: Seorang petugas perpustakaan sedang memeriksa kondisi armada halo pemustaka.

KABARMADURA | PAMEKASAN-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan harus mengirit anggaran akibat wabah Covid-19. Pemangkasan anggaran terjadi di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Bahkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Pamekasan tidak bisa memberikan layanan optimal lantaran keterbatasan anggaran.

Perpustakaan Daerah (Perpusda) awalnya memiliki program antar jemput buku selama wabah Covid-19. Masyarakat bisa meminjam buku secara online, kemudian buku diantarkan ke rumah yang bersangkutan. 

Setelah habis masa pinjam, buku itu dijemput oleh petugas. Layanan tersebut gratis. Namun karena minimnya anggaran, layanan itu terpaksa dihentikan.

Perpusda memiliki dua armada roda dua untuk antar jemput buku. Dua armada itu kini hanya dipajang di kantor DPK. DPK tidak memiliki cukup anggaran untuk membiayai bahan bakar minyak (BBM) dua armada tersebut. 

Padahal layanan Halo Pemustaka itu sudah diapresiasi oleh Ketua TP PKK Pamekasan Nayla Tamam, bahkan diharap dapat memperluas layanan sampai ke wilayah Pantura Pamekasan.

“Itu aki motor sudah korslet, dibiarkan saja di sana, karena anggarannya memang tidak ada,” ungkap Pustakawan DKP Pamekasan Kusairi.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Moh. Khomarul Wahyudi mengaku telah memperjuangkan usulan DPK. Bahkan, sebelum dibawa ke rapat Badan Anggaran (Banggar), terlebih dahulu dibahas di internal komisi IV.

Namun, meski telah diperjuangkan oleh Banggar, Tim Anggaran (Tingar) Pemkab Pamekasan dari pihak eksekutif tidak sepenuhnya disetujui.

“Tapi lagi-lagi karena keterbatasan anggaran, timgar melakukan penyesuaian,” ucap politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan