oleh

Tidak Merata, Program Kartu Tani di Bangkalan Diperpanjang

KABARMADURA.ID, Bangkalan – Program pengusulan kartu tani untuk keperluan pembelian pupuk bersubsidi di diperpanjang hingga bulan November mendatang. Perpanjangan itu  karena saat ini masih banyak para petani di Kota Dzikir dan Sholawat itu yang belum terdata dalam program tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) Kabupaten Bangkalan Puguh Santoso mengatakan, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) diberlakukan mulai 1 September 2020. Namun karena masih cukup banyak petani yang belum masuk di dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), maka dilakukan pendataan ulang untuk petani yang belum terdata sebelumnya.

”Pendataan ulang agar semua petani bisa masuk di dalam  RDKK, jadi kedepan program ini lebih merata” ujar Puguh Selasa (6/10/20).

Dikatakannya, pendataan ulang akan terus itu dilakukan sampai bulan November mendatang. Sehingga saat ini masih ada waktu bagi petani yang belum terdata untuk bisa mengusulkan ke dinasnya.

”Data ini  untuk perencanaan kebutuhan pupuk melalui kartu tani di tahun 2021. Jadi petugas kami terus menginput data hingga 20 November ini,” tegasnya.

Meskipun demikian, lanjut Puguh, untuk tahun ini petani yang belum memiliki kartu tani, tetap bisa membeli pupuk dengan menggunakan blanko atau manual. blanko dari Kementerian Pertanian.

Hal senada disampaikan Kasubbag Perencanaan dan Evaluasi Dispertahorbun Bangkalan Chk Karyadinata, hasil sementara pendataan saat ini ada penambahan jumlah petani dari sebelumnya. Namun pihaknya masih belum bisa memastikan data finalnya karean masih dalam pendataan ulang.

“Ada penambahan petani 6.000 dan tambahan kartu tani yang sudah selesai 20.000,” ujarnya..

Chk mengungkapkan, jumlah tersebut ada penambahan dari data sebelumnya yakni 67.000 menjadi 73.000 petani dan dari 22.000 menjadi 42.000 kartu tani yang diusulkan.

“Kartu tani berisi mengenai kuota yang sesuai dengan kebutuhan petani. Untuk jumlah kuota ini tergantung dari luas lahan yang dimiliki setiap petani. Syarat mendaftar melampirkan foto kopi KTP dan KK, lalu hubungi PPL/Poktan/Gapoktan setempat,” tukasnya.(KM56/mam)

 

 

Komentar

News Feed