Tidak Percaya Bentukan Pengurus, Anggota Bhinneka Karya Bentuk Tim Penyelesai Sendiri

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) TANPA AKTIVITAS: Kantor Koperasi Bhinneka Karya di Jalan Pintu Gerbang Nomor 92 Pamekasan terkunci rapat tanpa aktivitas.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Polemik Koperasi Bhinneka Karya terus berlanjut. Laporan anggota kepada Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan atas dugaan penggelapan uang sedang diproses. Kendati telah terbentuk tim penyelesai, para anggota yang dirugikan masih membentuk tim penyelesai sendiri.

Bendahara Koperasi Bhinneka Karya, Bambang Irianto mengatakan, pihaknya membentuk tim penyelesai dan percepatan kasus karena sudah kehilangan kepercayaan pada tim penyelesai sebelumnya yang telah dibentuk oleh pengurus Koperasi Bhinneka Karya sendiri. Sebab menurutnya, tim tersebut tidak kunjung membuahkan hasil.

“Tim itu dulu dibentuk oleh pengurus, sedangkan yang bermasalah pengurus itu sendiri,” ucapnya.

Menurutnya, kebijakan koperasi sepenuhnya berada di tangan para anggota. Saat anggota menghendaki pembentukan tim penyelesai, maka tidak menyalahi aturan. Bambang menguraikan, dalam kasus ini terdapat dua pelanggaran hukum, yaitu pidana dan perdata. Kasus pidananya yaitu perihal pemalsuan dokumen neraca keuangan.

Sementara pada kasus perdatanya yaitu perihal uang koperasi yang tidak diketahui larinya ke mana.

Menurut laporan pengurus dalam neraca keuangan yang telah dimanipulasi, ada beberapa anggota yang mengajukan pinjaman dana hingga bernilai total sekitar Rp600 juta. Namun janggalnya, pinjaman tersebut tidak bisa dibuktikan dengan bukti yang sah.

Namun, kepada Polres Pamekasan, pihaknya hanya melaporkan kasus pidananya saja. Sementara untuk menggugat masalah perdatanya, masih menunggu selesainya laporan kasus pidana. Menurutnya, aktor yang paling bertanggung jawab dalam kasus ini yaitu Ketua Koperasi Bhinneka Karya, Yatim Makmun.

Bambang menyebut, tim penyelesai perkara ini telah berkali-kali dibentuk oleh pengurus, namun tidak pernah membuahkan hasil. Karena itu, kendati ada beberapa pihak yang melarang melaporkan kasus ini ke pihak berwajib, pihaknya tetap bersikeras melaporkan kasus ini Polres Pamekasan.

Bahkan Bambang mengungkapkan, saldo Koperasi Bhinneka Karya per 31 Desember 2018 hanya tersisa sekitar Rp54 juta. Sementara ratusan anggota secara rutin menyetorkan simpanan setiap bulan. Selain Yatim Makmun, Bambang menyebutkan salah satu karyawan koperasi bernama Suharto juga harus bertanggung jawab.

Sebab, saat sebelum koperasi Bhinneka Karya menugaskan seorang kasir, semua simpanan anggota diterima oleh Suharto. Namun, meski dana simpanan anggota itu sudah diterimanya, tidak tercatat dalam laporan keuangan. Sementara anggota tetap rutin menyimpan setiap bulannya. Sehingga uang anggota lenyap entah ke mana.

“Saat ini saja, koperasi masih punya hutang ke Bank Jatim sebesar Rp1,5 miliar sampai aset kantor dijadikan jaminan,” pungkas Bambang.

Kabar Madura telah berusaha mengkonfirmasi Ketua Koperasi Bhinneka Karya, Yatim Makmun, namun hasilnya nihil. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *