oleh

Tidak Sekedar Salurkan Bantuan, G25 Indoesia Juga Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Punya latar belakang aktivis, membuat Dasuki Rahmat memiliki kepakaan tinggi terhadap sesama. Membantu sesama dengan bersedekah sudah jadi kegiatannya secara periodik. Bahkan dikemas menjadi program yang produktif.

Pria asal Kecamatan Socah, Bangkalan ini tidak hanya bergerak seorang diri. Dia aktif mengumpulkan para pemuda dan mengajarkan mereka untuk memiliki rasa peduli. Bersama dengan rekan-rekannya, alumni Universitas Trunojoyo Madura (UTM) ini kemudian membentuk komunitas bernama G25 Indonesia.

“G25 Indonesia yang sudah berdiri setahun lebih ini, guna membantu masyarakat yang tidak mampu, serta pemberdayaan usaha mikro warga tidak mampu, yang sudah punya usaha dan ingin mengambangkan usahanya tapi terkendala modal,” ujarnya Kamis (2/7/2020).

Diakui, anggota G25 Indonesia dari para aktivis yang memiliki sejarah pergerakan yang baik. Termasuk memiliki jiwa sosial yang tidak melupakan unsur pengembangan ekonomi masyarakat.

Dengan cara begitu, dia mengaku bisa memberi semangat terhadap para pelaku usaha agar tidak putus di tengah jalan. Bahkan, di tengah wabah Covid-19 ini, kegiatan memotivasi para pelaku usaha untuk lebih semangat, masih dilakukan. Tujuannya agar tidak merasa bosan dan putus asa.

“Dengan usaha itu, kami akan bantu mewujudkannya melalui program ini, bantuan kami tidak berupa uang tapi barang yang memang mereka butuhkan,” jelasnya.

Penentuannya layak dan tidak sebagai penerima bantuan, didentifikasi melalui survei dan melihat kondisi ekonominya.

Selain membantu masyarakat tidak mampu, dia juga selalu aktif untuk menyurvei penerima bantuan tersebut, sampai bisa berjalan dengan cara mandiri.

“Teman-teman G25 Indonesia terus memantau sampai pelaku usaha yang kurang mampu tersebut bisa mandiri, sebab yang kami berikan tidak hanya dana atau barang saja, tapi juga bimbingan dan pendampingan sampai mereka berhasil,” ulas Dasuki.

Tidak hanya membantu warga miskin, G25 Indonesia juga membantu anak yatim dengan membiayai pendidikannya. Termasuk membantu anak putus sekolah dan anak dari keluarga tidak mampu. Bantuan itu juga tidak berupa uang, tapi berupa barang, seperti seragam sekolah, sepatu, tas, alat sekolah lainnya,” Jelasnya.

G25 Indonesia juga rutin pengayoman mahasiswa untuk giat belajar serta menanamkan cara berfikir kritis. Salah satu kegiatannya adalah dengan sering menggelar diskusi. Dengan cara itu, Dasuki berharap bisa memberikan gambaran kepada pewaris pejuang agar tidak berat tangan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Agar generasi anak bangsa bisa bangkit, baik di dunia pendidikan maupun ekonomi. Supaya bisa melihat kondisi masyarakat, sebab mereka harus mengemban amanah yang melekat dalam dirinya, yakni tri fungsi mahasiswa,” jelasnya. (sae/waw)

Komentar

News Feed