oleh

Tidak Selesai, Anggaran RS Kepulauan Ditambah Rp23 Miliar

Kabarmadura.id/Sumenep-Pembangunan rumah sakit (RS) kepulauan di Desa Pabian, Kecamatan Arjasa harus terhenti ketika belum sampai di angka 40 persen. Hal itu disebabkan keterbatasan anggaran untuk RS itu sendiri.

Kepala Pekerjaan Umum Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PU PRKP dan Ciptakarya) Sumenep Mohammad Jakfar memastikan, jika pembangunan RS kepulauan yang dikerjakan sejak tahun 2018 itu tidak bisa selesai tahun ini.

“Untuk RS kepulauan di Desa Pabian, Kecamatan Arjasa itu sudah berjalan sebagian. Gak sampai kalau tiga puluh persen masih,” katanya.

Untuk menyelesaikan pembangunan RS di Kecamatan Arjasa, pihaknya sudah mengajukan anggaran kembali di tahun anggaran 2021.

Pengerjaan proyek pembangunan RS sengaja dicicil atau multi years, lantaran APBD Sumenep tidak memungkinkan menganggarkan sekaligus untuk memudahkan pelayanan kesehatan masyarakat kepulauan tersebut.

Pasalnya, untuk tahun anggaran 2021, menurut Jakpang, akrab disapa, pihaknya mengusulkan Rp33 miliar. Namun dari pengajuan itu hanya disetujui Rp23 miliar.

“Kami ajukan kembali di tahun 2021 sebesar Rp33 miliar. Tapi hanya disepakati sekitar Rp23 miliar. Mau gimana lagi, itu tentunya disesuaikan dengan kemampuan APBD kita, selesai tahun ini bagian gedungnya misalnya mungkin tahun depan ruang yang lainnya,” paparnya.

Sementara tahun 2020 ini, anggaran pembangunannya Rp25 miliar. Dari anggaran itu, pihaknya akan membagi menjadi 3 paket proyek fisik yang tentunya dikerjakan serentak.

“Nah tentunya dengan tiga paket itu, ada tiga konsultan pengawas, artinya akan dibutuhkan tiga kontraktor atau penanggung jawab, sehingga tenaga kerja juga tiga kali lipat lebih banyak. Tentunya ini akan menjamin pembangunan itu bisa segera dinikmati,” jelasnya.

Pembangunan RS itu sendiri membutuhkan anggaran besar. Terbukti, di tahun 2018 lalu dianggarkan Rp 4,6 miliar. Di tahun 2019, kembali dianggarkan Rp1,3 miliar. Kemudian di tahun 2020, anggarannya mencapai Rp25 miliar. Lalu untuk menyelesaikan pembangunannya, di tahun 2021 pengajuan anggaran yang disetujui Rp23 miliar. (ara/ong)

Komentar

News Feed