oleh

Tidak Semua Guru Dapat Kenaikan Insentif Transportasi

KM/SUBHAN-HARI AGUSTINI: Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang.

Kabarmadura.id/SAMPANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang menyebut tidak semua tenaga guru tidak tetap (GTT) mendapat kenaikan tunjangan transportasi senilai Rp150 ribu. Pasalnya kuota yang tersedia relatif terbatas.

Selain itu, GTT harus memenuhi persyaratan minimal mengabdi selama tiga tahun dan mengajar untuk tingkat sekolah dasar (SD) minimal 18 jam, sedangkan sekolah menengah pertama (SMP) mengajar minimal 24 jam dalam satu pekan dan jenjang pendidikan terakhir minimal starata satu.

Data Disdik Sampang menunjukkan, jumlah tenaga GTT di Kota Bahari tercatat sebanyak 2.600 jiwa. Tenaga GTT yang mengajukan kenaikan insentif tranportasi itu berjumlah 2.150 orang, hanya saja yang mendapatkan kenaikan insentif tahun ini berjumlah 2.000 orang. Sedangkan yang 600 jiwa belum bisa dinaikkan, karena keterbatasan kuota dan persyaratan yang harus dipenuhi.

Kepala Disdik Sampang Jupri Riyadi yang dikonfirmasi melalui Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Hari Agustini mengatakan, tahun ini honor GTT di wilayah itu naik, dari Rp200 ribu menjadi Rp350 ribu per bulan. Namun, tidak semua GTT dapat menikmati kenaikan insentif itu, karena kuota yang tersedia relatif terbatas dan para penerima harus memenuhi persyaratan tertentu.

”Tenaga GTT yang mendapat kenaikan insentif transportasi tahun ini berjumlah 2.000 jiwa. Itu sesuai kuota dan hasil seleksi yang memenuhi persyaratan yang dibutuhkan,” kata Hari Agustini saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/4).

Menurut Titin, sapaan akrab Hari Agustini itu, selain mendapat kenaikan insentif, para GTT yang mengabdikan diri di berbagai lembaga di wilayah itu, tetap mendapatkan honor dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) di masing-masing lembaga. Sehingga para GTT per bulan bisa menerima honor senilai Rp600 ribu, karena honor yang diambilkan dari BOS tersebut, sekitar Rp200 sampai Rp300 ribu per orang.

Lanjut Titin, kendati belum semua GTT di sampang mendapatkan kenaikan insentif, pihaknya berjanji akan terus memperjuangkan ada kenaikan setiap tahun dan perluasan sasaran. Sehingga, semua guru itu dapat menikmati honor yang layak dan lebih sejahtera. Namun harus dilakukan secara bertahap, sesuai kemampuan keuangan daerah.

”Kenaikan insentif ini, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan para GTT, sehingga bisa mengajar dengan maksimal, karena hak-haknya sudah dipenuhi oleh pemerintah,” bebernya.

Sementara itu, sekretaris FHK-II Kabupaten Sampang Ahmad Hasan sangat berterimakasih kepada Pemkab Sampang yang sudah menaikkan honor atau insentif para guru non-PNS itu, kendati nominal kenaikannya tidak terlalu besar.

Sebelumnya, kata Hasan, Pihaknya sudah mengajukan honor GTT kepada pemerintah daerah minimal Rp500 ribu per bulan. Sayangnya permintaan itu tidak dapat dikabuklkan oleh Pemkab Sampang. Sebab, ketersedian anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk insentif guru itu sangat terbatas.

”Pastinya, kami sangat bersyukur dengan adanya kenaikan insentif ini, meskipun nominalnya belum sesuai harapan, yang terpenting sudah lebih baik dari tahun sebelumnya,”singkatnya. (sub/pai)

Komentar

News Feed