Tidak Sesuai Dapodik, Cabdin Sumenep Kurangi BPOPP

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) DIKURANGI: BPOPP akan dilakukan pengurangan jika jumlah siswa berkurang.

KABARMADURA.ID, SUMENEP- Program bantuan Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) untuk sekolah telah dicairkan. Namun dari sekolah penerima bantuan tersebut tidak bisa sepenuhnya mencairkan. Sebab, dari sekian data terdapat jumlah siswa yang tidak sesuai dengan data di data pokok kependidikan (dapodik).

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengatakan, ada dua sekolah yang pencairan BPOPP dikurangi yakni di SMA Nurus Sobah Rubaru, dan SMK Al-Marsufi di Desa Kapedi Bluto.

Bacaan Lainnya

“Setelah selesai verifikasi dan didatangi ke sekolahnya ternyata tidak sesuai, maka kami kurangi,” katanya Minggu (9/5/2021)

Menurutnya, untuk sekolah di Nurus Sobah, yang semula laporannya 58 saat ini tinggal 11 orang dan untuk SMK Al- Marsufi dari 48 saat ini tinggal 10 siswa. “Kami sudah lakukan sosialisasi dan sudah sampaikan bahwa dikurangi,” ucapnya.

Menurutnya, dalam waktu dekat akan melakukan regrouping manakala jumlah siswa di sekolah kurang dari 60 siswa tersebut. Nilai untuk BPOPP SMA Rp70 ribu. Untuk SMK non teknik Rp 110 ribu. Kemudian, untuk SMK teknik Rp 135 ribu setiap bulannya.

“Kecuali dua sekolah yang tidak sesuai dapodik dikurangi,” ulasnya.

Dia juga mengatakan, apabila jumlah siswa yang dianggarkan tidak sesuai dengan jumlah siswa sebenarnya, maka penyesuaian atas anggaran dilaksanakan di tahun berikutnya.

“Meski adanya BPOPP, tidak masalah dan mempersilahkan untuk menarik uang SPP dari kekurangan tersebut kepada semua sekolah,” ujar dia.

Diketahui, jumlah sekolah di SMA Sumenep terdapat 151 Sekolah SMA negeri sebanyak 12 dan SMA swasta ada 71, SMK negeri ada 3 dan SMK swasta ada 60 sekolah dan PKPLK negeri 1 dan swasta ada 3 sekolah.

“Sekolah bertanggung jawab memutakhirkan data dapodik ketika ada perubahan data, minimal satu kali dalam satu semester,” tegasnya.

Dia menambahkan, untuk penyalurannya BPOPP dilakukan tiap triwulan. Bantuan itu diterima secara utuh dalam bentuk transfer ke rekening sekolah dan tidak diperkenankan adanya pemotongan biaya apapun dengan alasan apapun dan oleh pihak manapun.

“Kami menyarankan BPOPP tidak disalahgunakan,” pungkasnya. (imd/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *