oleh

Tidak Sesuai RAB, Legislatif Minta Proyek Pipanisasi Dibongkar

Kabarmadura.id/Sampang-Proses pengerjaan program pipanisasi dari Kecamatan Robatal–Karang Penang, Kabupaten Sampang, tidak sesuai. Indikasinya, kedalaman pipa yang dipasang dalam program itu tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Hal itu terungkap, setelah Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang, melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menggali pipa yang sudah tertanam.

Alhasil, pipa itu hanya tertanam pada kedalaman 80 centimeter, padahal jika mengacu pada RAB proyek pipanisasi yang menelan anggaran Rp2,6 miliar itu, mestinya pipa tertanam pada kedalaman 110 centimeter.

Untuk itu, proyek pipanisasi yang dilaksanakan oleh CV. Tri Manunggal Karya itu, diminta agar dilakukan perbaikan dengan membongkar semua pipa yang kedalamannya tidak sesuai.

Anggota Komisi III DPRD Sampang Husni Mobarok mengaku kecewa, lantaran proyek pipanisasi dengan anggaran miliaran itu, tidak dikerjakan sesuai RAB. Setelah pihaknya melakukan proses penggalian pemasangan pipa itu, ternyata tidak sesuai RAB yang ada.

Bahkan pihaknya mengaku, sudah menanyakan langsung kepada pihak konsultan pengawas proyek yang berada di lokasi, bahwa pada waktu proses penggalian mestinya diawasi dan ditegur jika tidak sesuai.

“Mestinya kedalaman pipa ini mencapai 110 centimeter, ternyata, pipa ini rata-rata hanya tertanam pada kedalam 80 centimeter, setelah pindah menggali di lokasi yang lainnya ternyata sama juga, tidak sesuai,” kesal Husni Mobarok saat melakukan sidak ke lokasi beserta anggota yang lain, Kamis (5/12/2019).

Atas kondisi tersebut, Komisi III meminta pihak pelaksana untuk segera memperbaiki pengerjaan, karena sudah sangat jelas, bahwa pengerjaan tidak sesuai RAB. Pihaknya berjanji akan terus mengawasi progresnya.

Di samping itu, Husni mengaku mendapat keluhan warga sekitar pengerjaan proyek itu, bahwa pihak pelaksana kurang profesional, sebab bekas galian pipa pada sebagian lokasi dibiarkan begitu saja, sehingga warga yang harus menutupi sendiri.

“Yang jelas harus diperbaiki, dibongkar semua, karena kedalamanya tidak sesuai RAB, sementara untuk kualitas pipanya speknya sesuai, hanya kedalaman pipa rata-rata 80 centimeter,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sampang Majid menjelaskan, program pipanisasi SPAM masa kontraknya sampai 27 Desember. Dirinya berjanji, semua rekomendasi atas temuan para wakil rakyat itu, akan disampaikan kepada pelaksana agar segera dilaksanakan untuk dilakukan pembongkaran.

“Kami, selaku pengguna anggaran sangat berterima kasih atas adanya sidak dari DPRD ini, karena kami ingin pengerjaan ini betul-betul berkualitas dan sesuai RAB, maka kami minta pelaksana menindaklanjuti rekomendasi untuk dibongkar ini,” kata Majid. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed