Tidak Terima Perintah Penjemputan, 10 PMI Asal Bangkalan Tertahan di Balai Karantina

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) AGUS ZEIN: Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Lantaran belum ada perintah penjemputan dari Satuan Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur, 10 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bangkalan tertahan selama 10 hari di Asrama Haji Surabaya setelah datang dari luar negeri.

Mereka terpaksa harus mendekam lama untuk menjalani karantina, atau lebih dari 10 hari sesuai standar jangka waktu karantina PMI yang baru datang dari luar negeri.

Bacaan Lainnya

Hadiri, salah satu PMI asal Bangkalan, mengatakan, padahal saat tiba di tempat tersebut, dia dan 10 PMI lainnya langsung dites swab.

“Pertama sampai langsung diswab, kemudian seminggu setelahnya diswab lagi dan hasilnya negatif,” katanya.

Hadiri juga mengatakan, teman-temannya dari kabupaten lain seperti Pamekasan dan Sampang sudah dijemput oleh pemkab masing-masing. Mereka hanya tiga hari dikarantina dan tes swab keduanya akan dilakukan di kabupaten masing-masing.

Bahkan Hadiri juga sudah menghubungi petugas karantina setempat dan mencari tahu alasan kenapa PMI asal Bangkalan belum kunjung dipulangkan.

“Katanya karena dari bupati Bangkalan tidak memperbolehkan,” ulasnya.

Awalnya mereka mengira karantina mungkin diselesaikan di Asrama Haji Surabaya dan saat kembali ke Bangkalan tidak usah diswab dan karantina lagi.

Terpisah, juru bicara Satgas Covid-19 Bangkalan Agus Zain mengatakan, pihaknya tidak serta merta menjemput PMI yang baru pulang, sebab harus melalui mekanisme yang ada.

“Kami menjemput itu berdasarkan notifikasi dari provinsi, tanpa itu tidak bisa, karena saat kami menjemput, membawa nama lembaga pemerintah,” ucap Agus Zain sekaligus menegaskan sudah mengkonfirmasi ke Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Jawa Timur yang menyatakan bahwa sudah ada PMI yang menunggu di Surabaya. (hel/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *