oleh

Tidak Terurus, Warga Kecamatan Sokobanah Keluhkan Tumpukan Sampah

Kabarmadura.id/Sampang-Warga Kecamatan Sokobanah Sampang, mengeluhkan tumpukan sampah yang tidak dikelola dengan baik. Selain dinilai mencemari lingkungan, tumpukan sampah yang berada di jembatan penghubung Kabupaten Sampang dengan Pamekasan itu, juga mengganggu pengguna jalan.

Saman Warga Sokobenah menyampaikan, selain merusak pemandangan, tumpukan sampah itu mengeluarkan bau yang tidak sedap. Hal itu terjadi lanjut dia, lantaran tidak ada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di sekitar lokasi. Bahkan, tidak ada fasilitas Tempat Pembuangn Sampah (TPS) berupa bak atau tangki sampah di lokasi tersebut.

“Jika sampah itu tetap dibiarkan menumpuk akan mencemari lingkungan, apalagi sekarang musim hujan,” ungkapnya, Kamis (6/2/2020).

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang Syarifuddin menyampaikan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi ddengan petugas pengangkut sampah yang ada di wilayah setempat, untuk membersihkan tumpukan sampah yang sering terjadi tersebut.

Dirinya mengklaim, sampah-sampah yang ada di lokasi itu bukan hanya dihasilkan oleh warga Kecamatan Sokobanah, akan tetapi ada sebagian besar warga Kecamatan Batu Marmar Pamekasan yang juga membuang sampah ke lokasi tersebut.

“Pemilik tanah yang ditempati sampah-sampah itu mengaku tumpukan sampah itu bukan dari warga sekitar Desa Tamberu, tetapi berasal dari seberang timur sungai yang masuk ke wilayah Pamekasan,” ungkapnya.

Dirinya menyampaikan, sebelumnya pihak DLH pernah menyiapkan tangki untuk penampungan sampah di lokasi tersebut, akan tetapi tangki sampah itu ludes terbakar, lantaran pemilik tanah tidak berkenan lahannya menjadi TPS. Akibatnya, saat ini tidak ada tangki penampungan sampah di lokasi tersebut.

Padahal lanjut dia, untuk pengadaan tangki sampah itu, pihaknya harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal. Bahkan, untuk satu unit tangki penampungan sampah, pihaknya harus mengeluarkan dana sekitar Rp30 hingga Rp40 juta, sehingga untuk melakukan pengadaan ulang, pihaknya mengaku belum bisa.

“Nanti solusinya sampah di Desa Tamberu itu akan diangkut oleh petugas ke TPA di Kecamatan Ketapang,” tutupnya. (mal/pin)

 

Komentar

News Feed