oleh

Tidak Tunduk Prokes, Kendaraan Travel Habisi Penumpang AKAP dan AKDP

KABARMADURA.ID, Sumenep – Menjamurnya kendaraan penyedia jasatravelilegal, menjadi ancaman bagi perusahaan bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP). Kedua angkutan penumpang itu mengalami penurunanpendapatan secara drastis,(data di grafik).

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Area Wiraraja Sumenep Handoko Imam Hanafi mengatakan, banyakkendaraan penyedia jasa travel yang tidak berizin atau travel gelap tetap beroperasi. Mereka melayani penumpang yang hendak ke Jakarta. Bisa dipesan dan dijemput ke tempat tinggal penumpang tanpa harus ke terminal.

“Travel gelap tanpa izin, dan menjadi hantu bagi bus yang berizin,” katanya, Senin (05/10/2020)

Dirinya berharap, penegak keamanan terus menjaga dan memberikan tindakan pada travel gelap. Bahkan mereka juga ditengarai menyelundupkan pemudik.

Sementaraagentravel gelap hanya dikenakan Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam sanksinya, hanya didenda Rp500 ribu.  Padahal dari satu penumpang, travel gelap itu bisa memperoleh Rp500 ribu hingga Rp 700 ribu.

Sejauh ini, sudah 10 travel gelap yangsudah terdeteksi dan ditegur.Diperkirakan masih banyak lagi yang berkeluaran.

Saat ini, dari 20 bus AKAP trayek Sumenep, yang beroperasi hanya 10 unit setiap harinya. Untuk bus AKDP dari 90 bus, hanya 30 bus yang beroperasi dalam setiap harinya. Rata rata, penumpang bus AKAP saat ini didominasi warga kepulauanyang melakukan perjalanan keJakarta.

Sementara, bus AKDP dan AKAP dibatasi dengan regulasi protokol kesehatan (prokes), yakni surat edaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 41 Tahun 2020. Dari 55 kursi muatan AKDP dibatasi hingga 25 penumpang. Sedangkan AKAP dari sebanyak 34 kursi,hanya boleh memuat 17 penumpang.

Pembatasan jumlah penumpang itu juga dinilai akan mengancam merugikan perusahaan otobus. Sementara travel gelap terus berkeliaran bebas tanpa ditekan harus menerapkan prokes.

“Untuk AKDP 40 bus dengan penumpang 350-an, kalau hari normal antara 90 bis dengan 8.000 penumpang,” tukasnya.

Terminal Wiraraja Sumenep melayani 11 trayek AKDP, diantaranya, Sumenep-Surabaya, Malang, Jember, Ponorogo, Propolinggo, Banyuwangi, Bondoswoso, Kepanjen, Ambulu, Kalisat dan Muncar.

Kemudian 3 trayek AKAP,diantaranya Sumenep-Jakarta, Bogor dan Sumenep Tangerang.

“Semua penumpang masih sangat memprihatinkan dengan adanya travel gelap dan Covid-19,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengaku sudah menindaktravel yang tidak berizin. Pihaknya, saat ini sudah menyiapkan personel untuk mengamankan travel gelap.

“Caranya, yakni akan memberhentikan travel gelap yang tidak mengantongi izin dari pemerintah. (imd/waw)

PERBANDINGAN SEBELUM DAN SAAT WABAH COVID-19

Sebelum Covid-19 (Februari 2020) BUS

(AKAP DAN AKDP)

PENUMPANG
KEDATANGAN 2.707 22.223
KEBERANGKATAN 2.693 23.528

 

Saat Covid-19 (Agustus 2020) BUS

(AKAP DAN AKDP)

PENUMPANG
KEDATANGAN 727 6.859
KEBERANGKATAN 711 3.501

 

Saat Covid-19 (September 2020) BUS

(AKAP DAN AKDP)

PENUMPANG
KEDATANGAN 2.246 15.979
KEBERANGKATAN 2.316 12.511

 

Saat Covid-19 (Oktober 2020) BUS

(AKAP DAN AKDP)

PENUMPANG
KEDATANGAN 306 1.845
KEBERANGKATAN 306 1737

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed