Tiga Bulan, Penderita DBD di Kabupaten Pamekasan Tembus 100 Kasus

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) MENINGKAT; Jumlah kasus penderita DBD di Kabupaten mengalami peningkatan. 

Kabarmadura.id/Pamekesan -Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, mencatat ada 100 penderita demam berdarah dengue (DBD) yang telah ditangani oleh 20 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di 13 kecamatan pada periode Januari hingga Maret. Jumlah kasus tertinggi terjadi pada Februari dengan 44 kasus DBD.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes dr. Achmad Marsuki melalui kepala seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Sri Astutik mengatakan, pada periode Januari hingga Maret, penderita DBD terbanyak pada bulan Februari.

Bacaan Lainnya

Dirinya mengungkapkan, berdasar data yang dihimpun, dari ketegori umur jumlah penderita DBD selama tiga bulan itu, meliputi usia kurang satu tahun ada 2 orang, usia 1-4 tahun ada 12 orang, usia 5-14 tahun 63 penderita, usia 15-44 tahun berjumlah 15 orang, usia lebih dari 55 tahun berjumlah 8 orang. Dari jumlah itu, ada 47 orang berjenis laki-laki, dan 53 orang berjenis kelamin perempuan.

“Dari 100 kasus sudah dilakukan penyelidikan epedimologi (PE) dan alhamdulillah sudah sembuh semua, tidak ada yang meninggal,” tuturnya, Kamis (7/5/2020).

Diungkapkannya, selama medio Januari hingga Maret, kasus DBD tertinggi terjadi di bulan Februari dengan 44 kasus. Sementara pada Januari dan Maret, terjadi 28 kasus yang ditangani petugas kesehatan di masing-masing puskesmas.

Sementara itu, untuk jumlah penderita DBD pada bulan April, pihaknya mengaku masih melakukan input data dari masing-masing puskesmas. Sebab menurutnya, laporan pendataan kasus DBD dilakukan pada tanggal 25 bulan berikutnya, sehingga belum bisa terjumlah secara keseluran dari jumlah penderita DBD.

“Dengan adanya wabah Covid-19 teman-teman banyak ngerangkep antara petugas survielen dengan petugas DBD, jadinya banyak ke tracing ke Covid-19, cuma untuk pendataannya tetap dilakukan,” tukasnya.

Pihaknya mengklaim, sudah melakukan berbagai starategi untuk menekan jumlah penderita DBD di Kabupaten Gerbang Salam. Di antaranya pengendalian vector penular DBD dengan mengedepankan pemberdayaan masyarakat dalam PSN 3 M Plus melalui gerakan 1 rumah 1 jumantik.

Selain itu, pihaknya mengaku juga melakukan penguatan survielans untuk diteksi dini, pencegahan dan pengendalian kasus  dengan selalu mensosialisasikan kepada masyarakat dengan menerapkan hidup bersih.

“Untuk menekan lonjakan penderita DBD harus didukung oleh masyarakat lintas sektor, sebab program tanpa dukungan mereka sulit terlaksasana,” pungkasnya. (rul/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *