Tiga Gudang di Pamekasan Aktif Beli Tembakau

News157 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Dari jumlah total 8 gudang perwakilan pabrikan nasional, hanya 3 gudang yang masih membeli tembakau. Sebab, pembelian setiap gudang sudah sesuai dengan kebutuhan. Sehingga total serapan tembakau 21.784,6 ton. Hanya saja, serapan itu tidak hanya dilakukan oleh gudang perwakilan pabrikan nasional. Namun, pembelian tembakau juga ada keterlibatan dari gudang lokal maupun pribadi. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Basri Yulianto mengatakan, sesuai data 5 gudang menutup pembelian lebih awal. Bahkan, 3 gudang sudah menutup pembelian sejak bulan September kemarin. Sedangkan 2 gudang baru tutup pada Oktober ini.

“Kalau 3 gudang yang masih melakukan pembelian meliputi, Sadhana Arif Nusa, Aliance One dan Djarum. Kemudian gudang yang sudah tutup meliputi, Gudang Garam, Nojorono, Sukun, Wismilak dan Grendel,” ujarnya kepada Kabar Madura, Selasa (10/10/2023). 

Baca Juga:  Tahun 2023 Sumenep Tiadakan Target Produksi Ikan Tangkap

Disinggung mengenai target serapan dari setiap gudang perwakilan pabrikan nasional, pihaknya enggan membeberkannya. Namun untuk serapan secara umum, sudah mencapai 21.784,6 ton. rinciannya, 12.697 ton merupakan serapan pembelian pabrikan gudang nasional dan 9,087 ton serapan dari 15 pabrikan lokal. 

“Sedangkan untuk pabrikan lokal dan pembelian pribadi ada 15 gudang maupun pribadi. Kemudian, sesuai pendataan kami, 6 gudang lokal maupun pembelian pribadi masih aktif membeli tembakau. Kalau dari segi pengawasan di lapangan masih tetap optimal, tapi sudah tidak melibatkan pengawasan dan pemantau tembakau, cukup pengawasan internal saja,” ucapnya.

Baca Juga:  Hanya Bisa Kaver 2 Pabrik Rokok, Keberadaan SIHT di Pamekasan Ditekan Bisa Lebih Maksimal

Secara umum, fokus pengawasan saat ini khusus 3 perwakilan gudang nasional dan 6 gudang lokal maupun pembelian secara pribadi. Selama pengawasan, belum ditemukan kejanggalan yang fatal atau melanggar regulasi. Sedangkan untuk harga tembakau, masih berkutat di angka Rp50 ribu per kilo hingga Rp70 ribu per kilo.

“Yang jelas, harga tembakau sesuai dengan kualitas produksi tembakau yang dihasilkan dari setiap petani. Intinya, pengawasan tetap berjalan, makanya penyerapan masih dilaporkan setiap harinya, itu dari internal kami,” tegasnya. 

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Totok Iswanto 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *