oleh

Tiga Hari Abdi Negara Diwajibkan Berpakaian Adat Madura

Kabarmadura.id/Sampang -Beragam cara unik dapat dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pamkab) Sampang dalam memperingati hari jadi. Hal itu sebagai refleksi untuk mengingat sejarah masa silam, seperti halnya di Kabupaten Sampang, dimana para abdi negara dan pegawai pemerintahan diwajibkan menggunakan pakaian adat Madura selama tiga hari.

SUBHAN, SAMPANG

Suasana dan pemandangan kantor di lingkungan Pemkab Sampang, sejak Selasa–Kamis (5-7/11/2019), sedikit berbeda dari biasanya. Para abdi negara itu diwajibkan menggunakan pakaian adat  khas pulau garam. Hal itu dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-396 Kabupaten Sampang.

Kewajiban abdi negara dan pegawai pemerintahan menggunakan pakaian adat Madura itu, tertuang dalam Surat Edaran (SE) yang ditujukan kepada para jajaran staf ahli, asisten , kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan Badan Usaha Milik Daerah  (BUMD), camat dan lurah, pimpinan perguruan tinggi, dan kepala UPT atau instansi vertikal lainnya dengan nomor 430/1056/434.202/2019.

Tak hanya itu, Pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, juga mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada kepala sekolah dan para guru di Kota Bahari, untuk turut serta memperingati hari jadi dengan menggunakan pakaian adat Madura, yaitu pakaian khas Sakera dan Marlena.

Saat dikonfirmasi, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengutarakan, salah satu tujuan diwajibkannya para ASN dan pegawai di lingkungan Pemkab Sampang menggunakan pakaian adat Madura tersebut, sebagai bentuk refleksi untuk mengingatkan kembali kepada sejarah Sampang di masa silam.

Kendati hanya sebatas pakaian adat. Namun diharapkan mampu memupuk dan merawat kekayaan lokalitas, serta sebagai bentuk kepedulian dalam merawat serta melestarikan kebudayaan khas Madura.

Oleh karena itu, melalui momentum hari jadi ke-396 Kabupaten Sampang, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sampang itu, mengajak seluruh bawahannya merefleksi diri pada masa lampau.

“Tentunya, tujuan utama diwajibkan menggunakan pakaian adat Madura ini, untuk mengingatkan kita semua, pada sejarah perjalanan Sampang yang saat ini telah berusia 396 tahun, kami mengajak semua, pejabat dan masyarakat, kedepan harus mempunyai konsep rasa memiliki dan lebih mencintai terhadap tanah kelahiran yang kita cintai ini,” tutur Haji Idi sapaan akrabnya.

Mantan anggota DPR RI itu melanjutkan, kedepan pihaknya berkeinginan agar Kabupaten Sampang terus dikenal oleh pihak luar dengan citra yang positif, serta sebagai daerah yang maju serta warganya lebih sejahtera.

Pihaknya memulai komitmen itu, melalui momentum peringatan hari jadi ke-396 Kabupaten Sampang, agar seluruh elemen masyarakat bersama-sama mengajarkan kebudayaan pakaian adat pada generasi penerus, sehingga kebudayaan yang merupakan kekayaan warisan para leluhur ini tidak musnah dan tetap dapat eksis.

“Selaian untuk merefleksi diri pada masa silam, menggunakan pakaian adat pada momentum hari jadi ini, juga sebagai upaya melestarikan kebudayaan serta pendidikan kebudayaan kepada para generasi penerus bangsa ini,” ungkapnya.

Haji Idi berharap, pada momentum peringatan hari jadi Sampang tersebut, diharapkan dapat membawa manfaat kepada sesama dan kebaikan bersama kedepannya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersinergi dalam membangun Kota Bahari yang lebih baik, sesuai visi Sampang Hebat Bermartabat (pin).

 

Komentar

News Feed