Tiga Hari Dua Orang Tuanya Meninggal Secara Beruntun

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) BUTUH KEPEDULIAN: Arya Putra Maulana yang beralamatkan Dusun Gardajah Desa Konang Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan

KABARMADURA.ID – Kamis, 29 Juli 2021 adalah hari ke-28 Arya Putra Maulana ditinggal ayah dan ibunya yang disayangi. Remaja yang lahir pada 16 Februari 2010 lalu dan saat ini tercatat sebagai siswa kelas 6 SDN Konang IV, Kecamatan Galis harus menjalani hidup hanya bersama neneknya, Nilem (70).

KHOYRUL UMAM SYARIF. PAMEKASAN

Putra, panggilannya akrabnya termasuk remaja yang tambun. Tinggi badannya hampir sama dengan saya, sekitar 155 cm. Saat berkunjung kerumahnya kemarin, di Dusun Gardajah, Desa Konang Kecamatan Galis Pamekasan, remaja yang menginjak usia 12 tahun, tidak banyak bicara, meski diajak neneknya untuk mulai bercerita.

Siapa sangka, takdir yang Allah berikan untuk perjalanan hidup Putra, berlangsung dengan penuh ujian. 2 Juli lalu, ibundanya Sri Wahyuni masih berpesan agar tidak bermain meski sekolah tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Namun, keesokan harinya, 3 Juli, Sri Wahyuni meninggalkan Putra dengan indikasi penyakit bawaan vertigo. Belum kering kuburan ibunya, tiga hari berikutnya ayahnya Putra, Abd Aziz menyusul 3 istrinya karena sesak nafas. Putra kemudian berkata, “Saya yang adzan. Hari ini saya sudah ikhlas, bapak dan ibu pasti di surga,”

Putra yang masih belum cakap bekerja, mengungkapkan bahwa memiliki cita-cita ingin menjadi polisi. Tapi, dibalik cita-cita besar yang sedang diembannya, Putra masih belum mengetahui bahwa untuk mencukupi hidupnya saat ini, dibantu oleh famili terdekatnya secara bergantian.

“Kompoi gik tero asakolaah, malarmogeeh Alla aberik jalan. (Cucu masih terus ingin sekolah, semoga Allah memberikan kelapangan jalan untuk bersekolah),” ucap Nilem dengan nada yang agak sendu.

“Saya ingin menjadi seorang polisi,” ucap Putra dengan singkat.

Moh Tauhid, salah seorang pengurus PAC GP Ansor Pademawu saat ini sering mendampingi Putra. Bagi Tauhid, keinginan mendampingi Putra, semata-mata sebagai dukungan moril agar semangatnya untuk mengejar cita-citanya tercapai.

“Semoga rezekinya dilancarkan, dan bisa terus dicapai cita-citanya,”tukasnya Tauhid yang menemani Kabar Madura ke rumah Putra.

Putra yang mulai akrab dengan kedatangan Kabar Madura, mulai terbuka bahwa dirinya tetap ingin melanjutkan sekolah dalam upaya mengejar cita-citanya. “Saya juga ingin belajar di Pesantren. Tapi, saya masih harus menemani nenek. Mohon doanya, semoga saya bisa menjadi orang baik dan sukses,” ucap Putra. (bri)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *